Dua tahanan politik Kuba dibebaskan

Ladies in White

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kelompok Ladies in White memperjuangkan pembebasan tapol.

Kuba sudah membebaskan salah seorang tahanan politik terkemuka, Guido Sigler, yang menolak untuk hidup di pengasingan di Spanyol.

Pembebasannya berlangsung beberapa jam setelah Gerekan Katolik mengatakan dia dan tahanan politik lain, Angel Moya, akan dibebaskan.

Keduanya masuk dalam daftar 52 tahanan politik yang dibebaskan pemerintah sesuai kesepakatan yang ditengahi oleh Gereja Katolik, Juli lalu.

Sebagian besar dari tahanan itu langsung dibebaskan namun 11 diantaranya masih ditahan lebih lama karena menolak untuk meninggalkan Kuba setelah dibebaskan.

Berdasarkan kesepakatan yang diumumkan Jumat (4/02), Angel Moya diizinkan tinggal di Kuba sedangkan Guido Sigler memberikan indikasi tentang keinginannya untuk pindah ke Amerika Serikat, seperti dinyatakan juru bicara Gereja Katolik.

Mogok makan

Wartawan BBC di Havanan, Michael Voss, mengatakan pembebasan keduanya menandai bergulirnya kembali program pembebasan tahanan politik di Kuba.

Moya adalah suami dari Bertha Soler, salah seorang pemimpin kelompok perempuan Ladies in White, yang memperjuangkan pembebasan tahanan politik di negara komunis itu.

"Saya gembira karena itu berita baik. Namun saya sama sekali tidak puas karena cara bertahap yang dilakukan pemerintah dalam membebaskan para pembangkang politik," kata Soler kepada kantor berita AP.

Kedua pria yang baru dibebaskan ini mendekam di penjara sejak tahun 2003, bersama 73 tokoh oposisi lainnya yang ditangkap dalam sebuah operasi penggrebekan pemerintah.

Awal pekan lalu, Sigler dan Moya melakukan aksi mogok makan di penjara.

Pihak berwenang Kuba biasanya menyebut para tahanan politik ini sebagai penjahat biasa atau tentara bayaran Washington yang ingin mengguncang sistem komunis.

Pembebasan tahanan politik ini merupakan salah satu tuntutan utama Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam upaya meningkatkan hubungan.