Taiwan tahan perwira militer

Lo Hsieh-che

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Lo Hsieh-che dikatakan direkrut Cina ketika berdinas di luar negeri

Taiwan menahan seorang perwira tinggi militer Mayor Jenderal Lo Hsieh-che atas dugaan melakukan mata-mata untuk Cina.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan Mayor Jenderal Lo Hsieh-che direkrut oleh Cina pada 2004 ketika sedang berdinas di luar negeri.

Namun para pejabat terkait tidak bersedia memberikan komentar atas laporan-laporan bahwa Lo Hsieh-che pernah bekerja di Amerika Serikat dan telah menjual berbagai rahasia tentang jaringan komunikasi militer yang dibangun dengan bantuan AS.

Juru bicara kementerian pertahanan Taiwan Yu Sy-tue mengatakan Lo kembali ke Taiwan pada 2006 dan pangkatnya dinaikkan menjadi mayor jenderal dua tahun kemudian.

Ketika ditangkap, Lo Hsieh-che menjabat sebagai kepala bagian informasi dan komunikasi komando militer.

Sementara itu, pejabat biro urusan peperangan departemen pertahanan Letnan Jenderal Wang Ming-wo mengatakan kementeriannya telah membentuk kelompok guna meminimalkan imbas yang mungkin terjadi.

"Dia telah membawa aib bagi militer. Perwira seharusnya setia kepada negaranya," kata Wang.

Tingkatkan intelijen

Lo Hsieh-che adalah perwira paling senior yang dituduh melakukan mata-mata sejak tahun 1960-an. Pada era tersebut seorang wakil menteri pertahanan ditangkap di tengah upaya membekuk para agen komunis.

Sejumlah kritikus mengatakan tudingan bahwa Lo direkruit oleh Cina dan fakta bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk menemukan kasus ini menunjukkan adanya kelemahan dalam keamanan Taiwan.

Cina menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah mengancam akan mengerahkan militer bila pulau tersebut menyatakan merdeka. Hubungan kedua pihak tegang sejak 1949 ketika Taiwan memisahkan diri dari Cina pada akhir perang saudara.

Menurut Wang Ming-wo dari biro urusan peperangan departemen pertahanan Taiwan, Komunis Cina belum menghentikan penyusupan ke Taiwan, meski ketegangan mereda dalam dua tahun terakhir.

Sebaliknya, lanjut Wang, Cina meningkatkan aktivitas intelijennya terhadap Taiwan.