Demonstran Mesir kosongkan Lapangan Tahrir

Tentara Mesir menyisir Lapangan Tahrir dan hanya beberapa ratus demonstran bertahan

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Tentara Mesir menyisir Lapangan Tahrir dan hanya beberapa ratus demonstran bertahan

Sebagian besar demonstran Mesir telah meninggalkan Lapangan Tahrir setelah penguasa militer menyatakan akan membubarkan parlemen dan membekukan konstitusi.

Wartawan BBC di Kairo Wyre Davies mengatakan Lapangan Tahrir yang menjadi titik utama pergolakan rakyat di Mesir secara umum telah bersih dari demonstran dan hanya beberapa pengunjukrasa inti yang tersisa.

Hari Minggu Dewan Tinggi Militer juga mengatakan akan berkuasa selama enam bulan atau hingga pemilihan bisa digelar.

Dalam pernyataan yang dibacakan di televisi negara, dewan militer mengatakan akan membekukan konstitusi dan membentuk komite untuk menyusun rancangan konstitusi baru.

Rancangan konstitusi itu kemudian akan diajukan ke referendum rakyat.

Konstitusi yang ada mencegah banyak partai dan kelompok ikut dalam pemilihan umum sehingga parlemen Mesir didominasi oleh pendukung Partai Demokrat Nasional, yang selama ini loyal kepada Mubarak.

Pengumuman ini ditanggapi positif oleh banyak demonstran sebagai upaya melepaskan diri dari rezim lama.

Presiden Mesir Husni Mubarak mundur hari Jumat (11/2) setelah demonstrasi massal selama 18 hari.

Pemogokan

Militer Mesir menyeru agar warga kembali bekerja demi memulihkan negara.

Namun bank masih tutup hari Senin di tengah pemogokan oleh staf lembaga milik negara dan hari Selasa bertepatan dengan hari libur umum di Mesir.

Beberapa laporan menyebutkan militer mungkin melarangn pertemuan serikat buruh atau organisasi profesi dan ini bisa dikatakan sama dengan membatasi pemogokan.

Kalangan wartawan mengatakan sebagian karyawan di Mesir menjadi lebih berani setelah melihat keberhasilan massa demonstran.

Mereka kini meminta atasan yang mereka tuding penyebab kesenjangan gaji yang sangat besar di perusahaan tempat mereka bekerja.

Seorang aktivis politik terkemuka, Wael Ghonim mengatakan pertemuan yang membesarkan hati telah berlangsung antara jajaran militer dan wakil pemuda hari Minggu.

''[Militer] mengatakan mereka akan mengejar orang-orang korup apa pun jabatan mereka sekarang atau dulu,'' lapor Ghonim.

Dia menambahkan: ''Kami merasakan kemauan tulus untuk melindungi hasil revolusi dan rasa hormat yang belum pernah terlihat sebelumnya kepada pemuda Mesir untuk menyatakan pendapat mereka.''

Sementara itu, seorang perwira tinggi militer Amerika Serikat, Laksamana Mike Mullen berkunjung ke Israel.

Mullen diperkirakan akan berkonsentrasi ke kemelut di Mesir.

Pemerintah Israel menyambut pernyataan-pernyataan oleh penguasa militer Mesir bahwa mereka akan mematuhi perjanjian damai antara Mesir-Istrael.

Namun, para wartawan mengatakan Israel tetap mengkhawatirkan keamanan regional.

Sewaktu Husni Mubarak berkuasa, Mesir mendukung blokade terhadap Jalur Gaza yang dikuasai oleh Hamas.

Israel takut pemerintah Mesir di masa datang mungkin tidak ikut memblokade Jalur Gaza.