Parlemen Iran minta oposisi dihukum

Sumber gambar, AFP
Anggota parlemen Iran menuntut pemimpin oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi diadili dan dihukum mati.
Sekitar 50 anggota parlemen yang konservatif berpawai di gedung utama parlemen hari Selasa, sambil berteriak: "Matilah Mousavi, matilah Karroubi".
Gambar ini ditayangkan oleh televisi milik pemerintah.
Dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, parlemen yang koservatif mengatakan: "Mehdi Karroubi dan Mir Hossein Mousavi melakukan korupsi dalam masalah duniawi dan harus diadili.
Sebelumnya dakwaan "korupsi dalam masalah duniawi" dijatuhkan kepada pembangkang politik dan hukuman maksimum adalah hukuman mati.
Situasi di Iran kembali tak menentu setelah ribuan pendukung oposisi melakukan aksi <link type="page"><caption> unjuk rasa di Teheran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110214_iranprotest.shtml" platform="highweb"/></link> pada hari Senin (14/2).
Satu orang dilaporkan tewas ditembak dalam bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan saat itu.
Puluhan orang ditangkap dan pemimpin oposisi, termasuk Mousavi dan Karroubi, <link type="page"><caption> dikenai tahanan rumah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/02/110210_karroubiarrest.shtml" platform="highweb"/></link>.
Polisi menutup jalan masuk ke rumah Mousavi yang menurut situs internet mantan perdana menteri ini merupakan upaya menghalanginya hadir dalam aksi unjuk rasa di Teheran.
Mousavi dan Karroubi -mantan ketua perlemen dan ulama senior- mempertanyakan pemilihan ulang Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada bulan Juni 2009, yang mendorong aksi protes dengan jumlah peserta terbesar sejak Revolusi Islam tahun 1979.





























