Liga Arab dukung larangan terbang di Libia

Sumber gambar, AFP
Liga Arab, yang melakukan pertemuan khusus di Kairo, mendukung gagasan kawasan larangan terbang di Libia.
Dalam pertemuan itu, Liga Arab melakukan pemungutan suara untuk meminta PBB agar menerapkan kebijakan tersebut.
Sejumlah diplomat yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan hanya Suriah dan Aljazair saja yang menolak dalam pemungutan suara tersebut.
Kesepakatan itu dicapai oleh para menteri luar negeri negara-negara Arab dalam sesi tertutup dan rancangan pernyataan akhir masih sedang disusun.
Liga Arab yang beranggotakan 22 negara tidak bisa melaksanakan kawasan larangan terbang, namun dukungan mereka akan berarti bagi negara-negara Barat untuk mewujudkannya.
Butuh dukungan
Inggris dan Prancis yang pertama kali mendorong gagasan tersebut namun sejauh ini tidak mendapat dukungan kuat dari Uni Eropa maupun NATO.
NATO sudah menegaskan bahwa gagasan itu memerlukan dukungan dari kawasan sebagai landasan kunci agar bisa diteruskan.
Rusia, yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB, sudah mengungkapkan keberatan yang serius atas kawasan larangan terbang itu.
Sedangkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Robert Gates, dikutip mengatakan bahwa masih belum jelas apakah hal itu merupakan kebijakan yang arif.
Larangan terbang dimaksudkan untuk mencegah pasukan Muammar Gaddafi menggunakan pesawat tempur untuk menyerang posisi-posisi kelompok pemberontak, walau masih belum jelas bagaimana caranya mencapai hal tersebut.
Sementara itu di medan perang, pasukan pemberontak menderita kekalahan di kota pelabuhan minyak, Ras Lanuf.
Laporan-laporan menyebutkan pasukan pemberontak dipukul mundur jauh ke belakang, ke arah kota Uqaylah.





























