Kelompok perlawanan Libia dipukul mundur dari Brega

Sumber gambar, AFP
Pasukan yang setia pada Kolonel Muammar Gaddafi berhasil memukul mundur kelompok perlawanan yang sebelumnya menguasai Brega.
Puluhan pejuang pemberontak di kota itu terpaksa mundur karena serangan artileri besar-besaran maupun serangan udara.
Mereka meninggalkan Brega dengan menggunakan truk-truk yang dilengkapi artileri pertahanan udara ke jalan sepanjang pantai menuju Ajdabiya, yang merupakan pintu masuk ke Benghazi dan Tobruk, yang masih dikuasai gerakan perlawanan.
Sementara pasukan Gaddafi dilaporkan terus mengejar mereka.
Di Benghazi, suasana perlawanan masih tinggi dan para penduduk mengambil posisi di garis depan, seperti dilaporkan wartawan BBC di kota itu, Pascale Harter.
"Brega sudah dibersihkan dari kelompok-kelompok bersenjata," kata sebuah sumber kepada stasiun TV Libia.
Zona larangan terbang

Sumber gambar, Reuters
Dalam beberapa hari belakangan ini, kelompok pemberontak juga menderita kekalahan di sejumlah posisi, antara lain di Las Ranuf, Sabtu 12 Maret.
Laporan lain dari kota yang dikuasai pemberontak, Misrata di Libia barat, menyebutkan pasukan Gaddafi sudah berada di pinggiran kota dan tembakan-tembakan tank terdengar.
Di dunia diplomatik, semakin meningkat tekanan untuk menerapkan zona laragan terbang atas Libia, untuk mencegah pasukan Gaddafi menggunakan pesawat tempur menyerang posisi kelompok pemberontak.
Walau masih belum jelas rincian dari zona larangan terbang itu, Liga Arab lewat pertemuan di Kairo, Sabtu (12/03), sudah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menerapkannya.
Gagasan itu didorong oleh Inggris dan Prancis namun sejauh ini belum mendapat dukungan dari Uni Eropa maupun NATO.
NATO sudah menegaskan diperlukan dukungan dari negara kawasan dan dunia internasional agar gagasan itu bisa diwujudkan.
Rusia dan Cina -yang memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB- sudah mengungkapkan penentangan serius atas zona larangan terbang.





























