AS, Inggris, Kanada dukung zona larangan terbang

Sidang Liga Arab

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Liga Arab juga mengakui kelompok transisi pasca Gaddafi di Benghazi

Pemerintah AS menyatakan dukungan atas desakan Liga Arab terhadap ditetapkannya zona larangan terbang atas Libia.

Menurut Gedung Putih kesepakatan Liga Arab untuk minta Dewan keamanan PBB menerapkan aturan zona larangan terbang akan mempekuat tekanan internasional terhadap Kolonel Gaddafi yang memilih untuk terus mengirim tentaranya ke kawasan yang dikuasai pemberontak.

Liga dengan 22 anggota itu juga sepakat menormalisasi kontak dengan konsil transisi yang dibentuk oleh kelompok penentang Kolonel Gaddafi.

Sementara di kota minyak Ras Lanuf, sekelompok pewarta diajak berkeliling dengans ebuah acara tur resmi oleh pemerintah setelah tentara Gaddafi berhasil merebut kembali wilayah itu dari pasukan penentangnya.

Negara lain bergabung

Kanada pada Sabtu (12/03) juga menyatakan dukungan yang sama seperti disuarakan AS dan Inggris terhadap diberlakukannya zona larangan terbang atas Libia.

"Di tengah situasi gawat dan terus memburuk di Libia, sementara Moamar Gaddafi terus menunjukkan sikap sewenang-wenang terhadap warga Libia, resolutis (Liga Arab) ini jelas menunjukkan bahwa Gaddafi tidak punya dukungan di wilayah itu," demikian bunyi pernyataan tertulis Menteri Luar negeri Kanada Lawrence Cannon, seperti dkutip kantor berita AFP.

Dalam resolusinya yang ditandatangani Sabtu, Liga Arab meminta PBB menerapkan zona larangan terbang atas Libia dengan alasan rezim Gaddafi sudah "kehilangan legitimasi," dalam upaya mendukung kelompok penentang yang berperang untuk melengserkan kedudukannya.

Kelompok negara Arab itu juga menyatakan mengakui kedudukan komiter transisi di timur Libia di Benghazi serta akan melakukan kontak resmi terhadap mereka.