Pasukan Gaddafi klaim kuasai Ajdabiya

Sumber gambar, Reuters
Pasukan Muammar Gaddafi mengklaim telah menguasai kota Ajdabiya, kota terakhir sebelum markas mereka di Benghazi, namun pemimpin pemberontak mengatakan serangan itu bisa dihalau.
Ajdabiya terletak 160 kilometer dari Benghazhi dan juga mengontrol jalan menuju perbatasan Mesir.
Laju tentara yang loyal kepada pemimpin Libia Muammar Gaddafi terjadi menjelang sidang Dewan Keamanan PBB membahas zona larangan terbang.
Inggris, Prancis dan Libanon meminta rancangan resolusi.
Pemimpin pemberontak menginginkan masyarakat internasional mencegah pasukan pro Gaddafi mengerahkan pesawat tempur terhadap mereka.
Namun sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina dan Jerman diduga masih meragukan pemberlakukan zona larangan terbang. Sebagian negara ini malah khawatir campur tangan militer asing dalam konflik.
Liga Arab mendukung gagasan zona larangan terbang namun pertemuan para menteri luar negeri G8 di Paris gagal menyetujuinya.
Benghazi tegang
Wartawan BBC Jon Leyne mengatakan situasi di Benghazi semakin tegang setiap jam dan seruan zona larangan terbang semakin mendesak.
Jalal al-Gallal dari Dewan Nasional Transisi Libia mengatakan akan ada "pembantaian" jika masyarakat internasional tidak campur tangan.
"Dia akan membunuh penduduk sipil, dia akan membunuh impian kami, dia akan menghancurkan kami," katanya kepada BBC.
Hari Selasa, terjadi pertempuran sengit di Brega.
Kota minyak ini berpindah tangan beberapa kali dalam beberapa hari ini dan laporan-laporan menyebutkan pemberontak telah kehilangan kendali.
Di bagian barat Libia, pasukan pemerintah tampaknya telah menguasai lagi Zuwara dan membombardir kota Misrata.





























