PBB bicarakan zona larangan terbang

Pasukan oposisi mencoba menangkis serangan udara pesawat-pesawat pro Gaddafi.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pasukan oposisi mencoba menangkis serangan udara pesawat-pesawat pro Gaddafi.

PBB dijadwalkan segera memulai pembicaraan tentang rancangan resolusi yang akan menerapkan zona larangan terbang di Libia seperti diusulkan Inggris, Prancis dan Lebanon.

Resolusi itu, nantinya juga akan melarang pesawat-pesawat komersial mengangkut persenjataan dan tentara bayaran memasuki wilayah Libia.

Usulan resolusi ini memicu perdebatan di tengah komunitas internasional.

Jerman, Rusia dan Cina dikabarkan menentang rancangan resolusi itu yang ditujukan untuk menghindarkan serangan udara pasukan pro Gaddafi terhadap oposisi.

Dan sejauh ini Amerika Serikat belum memastikan keputusannya atas usulan zona larangan terbang itu.

Editor Bidang Politik BBC Nick Robinson mengatakan pemerintah Inggris saat ini menunggu keputusan Presiden Barack Obama soal opsi serangan militer ke Libia.

Inggris juga menanti apakah perhatian Obama terhadap masalah di negara-negara Teluk akan menyisihkan situasi di Afrika Utara dari agendanya.

"Daripada menunggu jawaban AS, Perdana Menteri Inggris dan Presiden Prancis memutuskan untuk mencoba jalur diplomatik," kata Robinson.

Sementara itu, dalam sebuah pidatonya di televisi, Kolonel Moammar Gaddafi menyalahkan Inggris atas semakin meningkatnya kekacauan di Libia.

"Inggris tidak lagi eksis. Inggris selalu mendukung serangan terhadap Libia. Apakah negeri kita berbatasan? Apakah kalian (Inggris) penjaga kami?" kata Gaddafi.

Bahkan, Gaddafi menantang Inggris, Amerika Serikat dan Prancis untuk memberikan kebebasan bagi rakyat mereka seperti dia memberikan kebebasan bagi rakyat Libia.