Pabrik amunisi Yaman meledak

Sumber gambar, Reuters
Korban tewas akibat ledakan pabrik amunisi di Yaman menjadi 150 orang.
Laporan-laporan menyebutkan 78 orang tewas, tetapi banyak mayat ditemukan di lokasi pabrik yang terletak di Kota Jaar itu.
Ledakan itumenimbulkan amarah penduduk setempat, yang menuduh otoritas Pemerintah Yaman merekayasa kejadian itu agar didukung AS, demikian laporan wartawan BBC.
Pemerintah Yaman menyalahkan al-Qaeda di balik ledakan ini.
Ledakan di pabrik amunisi terjadi setelah dalam dua pekan Yaman diguncang unjuk rasa menuntut Presiden Ali Abdullah Saleh turun dari kekuasaannya.
Pabrik itu meledak ketika warga setempat mengambil amunisi peninggalan kelompok militan Islam, yang terlibat baku tembak dengan pasukan pemerintah, hari Minggu lalu.
'Mayat tak dikenali'
Pejabat setempat mengatakan korban tewas terus bertambah berdasarkan temuan mayat dan laporan warga yang kehilangan keluarganya usai ledakan itu, selain ditemukannya sejumlah mayat yang belum bisa dikenali.
Sementara ada sekitar 80 orang terluka, demikian laporan-laporan menyebutkan.
Di Kota Aden, hari Selasa lalu ratusan orang memprotes dan menyalahkan pemerintah atas kasus ledakan ini.
Menurut warga setempat, yang dikutip Kantor Berita Reuters, otoritas Kota Jaar meninggalkan kota itu dalam hari-hari terakhir ini.
Terhadap kasus ledakan pabrik amunisi ini, kelompok oposisi menyalahkan pemerintah Yaman, yang "akibat putus asa sehingga merekayasa kasus ledakan ini untuk menunjukkan bahwa hanya mereka yang mampu menyelesaikannya."
Keterangan resmi dari kalangan oposisi di Yaman mengatakan "presiden dan orang-orangnya harus tanggungjawab atas teori konspirasinya yang menyebut keterlibatan al-Qaeda," demikian laporan harian Arabian Peninsula.
Otoritas Yaman mengatakan pemberontak al-Qaeda menyerbu pabrik itu pada hari Minggu, untuk mencuri senjata.
Sejumlah analisa mengatakan, kelompok militan yang berafiliasi dengan Osama Bin Laden, mengambil keuntungan dari situasi tidak stabil di Yaman akibat protes terhadap pemerintah, belakangan ini.
Pemerintah Yaman memegang peranan kunci bagi AS untuk memerangi terorisme di wilayah tersebut, tapi gerakan militan tetap tumbuh dan berkembang di Yaman.
Selain dirisaukan kehadiran kelompok al-Qaedah, Yaman juga diganggu masalah keamanan dalam negeri dengan kehadiran kelompokseparatisdiselatandanpemberontakSyiahdiwilayah utara.





























