Protes baru di segenap pelosok Suriah

Sumber gambar, AP
Sejumlah protes baru antipemerintah terjadi di berbagai kota suriah setelah sholat Jumat, meskipun penjagaan kemanan ketat.
Para saksi mata mengatakan ribuan orang turun ke jalan-jalan meneriakkan "kebebasan". Kantor berita negara mengatakan para pengunjuk rasa meminta agar reformasi dipercepat.
Laporan-laporan menyebutkan empat demonstran tewas ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan di Duma, kawasan pinggiran Damaskus.
Para aktivis menjuluki hari Jumat sebagai Hari Syuhada untuk menghormati puluhan orang yang terbunuh dalam aksi protes selama dua minggu ini.
Presiden Bashar al-Assad mengatakan beberapa hari lalu bahwa aksi-aksi protes itu merupakan bagian dari "komplotan" asing.
Dalam pidato hari Rabu, Assad tidak mengumumkan pencabutan UU darurat seperti diperkirakan sejumlah pengamat.
Namun demikian, presiden kemudian mengatakan dia sudah mengarahkan komite hukum untuk mempelajari pencabutan UU yang tidak populer itu, yang telah berlaku sejak 1963.
Dukungan untuk rezim Assad juga kelihatan muncul. Massa dalam jumlah besar ikut dalam unjuk dukungan terhadap rezim di Damaskus hari Selasa yang dianjurkan secara resmi oleh pemerintah.
Penembak tersembunyi
Pada hari Jumat, para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Deraa, Hassakeh dan juga Latakia, kata para saksi mata.
Para peserta pawai dilaporkan meneriakkan "Kami ingin kebebasan" dan "Darah syuhada tidak murah".

Sumber gambar, AP
Seorang saksi mata di Deraa mengatakan kepada BBC bahwa tentara menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa dan beberapa orang mengalami luka-luka.
Empat orang dikatakan terbunuh sewaktu pasukan keamanan melepaskan tembakan terhadap para pengunjuk rasa di Damaskus dan Duma. Laporan lain menyebutkan sebanyak 10 orang tewas.
Para saksi mata mengatakan kepada BBC, penembak tersembunyi atau sniper berpakaian sipil menembak dari atas atap gedung.
Kerusuhan juga dilaporkan terjadi kota Homs di Suriah tengah.
Kantor berita resmi Suriah, Sana, mengukuhkan bahwa para demonstran ditahan di Deraa dan Latakia, namun "tidak ada bentrokan".





























