Tentara Suriah melancarkan operasi di Jisr al-Shughour

Tentara Suriah mulai melancarkan 'operasi pemulihan' ke kota Jisr al-Shughour dan kawasan sekitarnya.
Stasiun TV negara juga melaporkan bahwa kota itu dikuasai kelompok bersenjata yang sudah menyiapkan pertahanan.
Pengumuman tersebut dan penempatan pasukan di kawasan itu telah meningkatkan arus pengungsi ke kawasan Turki.
Pemerintah Turki menyebutkan lebih dari 2.000 warga Suriah sudah melintasi perbatasan sebagai antisipasi atas yang disebut sebagai operasi pemulihan di Jisr al-Shughour.
Sebelumnya pemerintah Suriah mengatakan 120 tentara di kota sebelah barat laut itu tewas.
Damaskus menuding kelompok bersenjata yang menewaskan 120 tentara tersebut namun ada laporan yang menyebutkan terjadi pemberontakan di kalangan aparat keamanan.
Ancaman berat
Suriah melarang wartawan asing memasuki negara itu sehingga sulit untuk mengukuhkan laporan-laporan yang muncul.
Wartawan BBC Jim Muir di Beirut, Libanon, mengatakan perlawanan di Jisr al-Shughour merupakan ancaman yang berat bagi Presiden Bashar al-Assad
Pemerintah lokal mengatakan warga setempat yang meminta campur tangan pemerintah untuk memulihkan perdamaian dan ketenangan di kota itu.
Kelompok hak asasi manusia mengatakan 1.100 orang lebih tewas dalam aksi unjuk rasa di Suriah sejak Maret yang menentang kepemimpinan Presiden Assad.
Pergolakan di Suriah ini menyebabkan perbedaan pendapat di kalangan Dewan Keamanan PBB. Prancis dan Inggris mengusulkan sebuah resolusi untuk mengecam aksi pemerintah, namun tidak mendapat dukungan sepenuhnya
Brasil, Cina, dan Rusia berpendapat bahwa resolusi seperti itu -yang tidak diikuti tindakan nyata- justru bisa memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sedang bergejolak.





























