Bentrokan dan penahanan di Hama, Suriah

Unjuk rasa di kota Hama 01/07

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa di Hama Jumat lalu merupakan demo terbesar menentang Presiden Assad

Pasukan Suriah menyerbu rumah-rumah dan menahan sejumlah orang di Hama menyusul protes antipemerintah hari Jumat lalu di kota itu.

Para penduduk membakar ban mobil dan menutup jalan-jalan untuk memperlambat gerakan pasukan pemerintah yang tiba dengan bus.

Penduduk mengatakan pasukan pemerintah melepaskan "tembakan secara membabi buta".

Sementara itu, tank-tank yang mengepung Hama dikerahkan di seputar desa-desa di Suriah utara, sehingga sejumlah pihak mengkhawatirkan bentrokan juga akan pecah di sana.

Di Damaskus, dua pengunjuk rasa dilaporkan ditembak mati hari Minggu.

Penembakan itu terjadi di luar kota Hajjar al-Asward di tengah langkah pemerintah melakukan penahanan, kata para pegiat hak asasi.

Penembakan dan penahanan ini terjadi saat pemerintah berupaya untuk melakukan dialog nasional pekan depan, kata wartawan BBC Lina Sinjab di Damaskus.

Gubernur dipecat

Pihak oposisi menolak untuk ikut serta dalam dialog bila kekerasan terus berlanjut.

Para pegiat mengatakan lebih dari 1,350 warga sipil dan 350 personil keamanan tewas di Suriah sejak protes dimulai pertengahan Maret.

Seorang penduduk Hama mengatakan kepada kantor berita Reuters ia menyaksikan puluhan tentara Suriah mengepung satu rumah di Mashaa dan melakukan penahanan.

"Paling tidak 30 bus mengangkut tentara dan polisi memasuki Hama pagi ini. Mereka menembak secara membabi buta di daerah pemukiman," kata Ahmad, penduduk di Hama kepada kantor berita Reuters.

Penduduk lain melaporkan mendengar bunyi tembakan di kawasan barat kota itu.

Pihak keamanan menahan lebih dari 20 orang dalam penyerangan dini hari, kata kelompok pengawas Hak Asasi Suriah dalam pernyataan yang didapat kantor berita AP.

Jauh dari mereda

Demo di Hama

Sumber gambar, 1

Keterangan gambar, Bentrokan besar di Hama memicu penyerbuan pasukan pemerintah ke kota itu

Sejumlah laporan tidak dapat dipastikan secara independen karena pemerintah Suriah melarang sebagian besar media asing meliput di negara itu.

Demonstrasi terbesar menentang pemerintah Presiden Bashar al-Assad terjadi di Hama hari Jumat (01/07) lalu.

Sehari kemudian, Assad memecat gubernur setempat, Ahmad Khaled Abdel Aziz karena dilaporkan tidak melakukan tindakan meredam protes.

Hama juga merupakan tempat terjadinya pemberontakan menentang ayah presiden Assad, Hafez tahun 1982. Pemberontakan itu ditumpas tentara dan menewaskan lebih dari 10.000 orang.

Tank-tank pemerintah Suriah juga bergerak ke provinsi Idlib, di Suriah utara, menurut para aktivis.

Sebagian besar korban tewas dalam kekerasan terjadi di kawasan barat daya Suriah.

Paling tidak 10.000 orang telah menyelamatkan diri ke Turki menyusul serangan di kota Jisr al-Shughour. Sekitar 9.300 lainnya masih tinggal di tenda-tenda darurat, menurut para pejabat Turki.

Unjuk rasa masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda walaupun pemerintah menggunakan kekerasan dalam menumpas protes.

Presiden Assad saat ini menghadapi tantangan paling serius atas dinasti keluarganya yang telah berkuasa selama empat dekade di Suriah.

Pemerintahnya menyatakan sejumlah kecil pihak melakukan sabotase dengan memanfaatkan kekecewaan rakyat.