Suriah tuding AS terlibat rusuh di Hama

Sumber gambar, AFP
Suriah menuding pemerintah AS "ikut campur" urusan dalam negerinya setelah Dubes AS untuk negara itu mengunjungi kota yang sedang rusuh, Hama.
Menteri Luar Negeri Suriah mengatakan kunjungan Dubes Robert Ford merupakan "bukti nyata" keterlibatan AS dalam berlanjutnya aksi protes di negara itu.
Sebelumnya Kementrian Luar negeri AS mengatakan kunjungan Dubes Ford adalah untuk menunjukkan solidaritas terhadap peserta protes.
Ratusan warga Hama mengungsi karena mengkhawatirkan kekerasan dari pasukan militer Suriah.
Tank disiagakan di luar kota dan sedikitnya 22 orang tewas tertembak beberapa hari terakhir.
Menurut Washington Dubes Ford berharap bisa tetap berada di Hama untuk ikut ambil bagian dalam aksi protes anti pemerintah yang biasanya dimulai setelah ibadah shalat Jumat.
"Bukti nyata"
Wartawan BBC di Washington, Kim Ghattas, mengatakan kehadiran Dubes As tersebut di Hama bisa jadi akan membuat Presiden Suriah Bashar al-Assad membatalkan niat untuk menggelar serangan besar-besaran terhadap kota itu.
Kunjungan ini jelas membuat Damaskus marah besar.
"Kehadiran Dubes AS di Hama tanpa minta izin jelas merupakan bukti nyata keterlibatan Amerika Serikat dalam kerusuhan yang berlangsung serta upaya mereka untuk meninggikan ketegangan, sehingga merusak keamanan dan stabilitas Suriah," demikian bunyi pernyataan dari Kementrian Luar Negeri setempat.
Aksi protes hari Jumat pekan lalu (01/07) di Hama adalah aksi terbesar dalam tiga bulan kerusuhan akibat gelombang aksi demo di seluruh Suriah.
Sehari berikutnya, Presiden Assad memberhentikan Gubernur Ahmad Khaled Abdel Aziz yang memerintah Hama, setelah dikabarkan gagal memberangus aksi protes.
Pasukan keamanan dikirim ke lokasi Senin lalu dalam upaya mengambil alih kendali atas kota, meski tank tetap berjaga dari luar.
Kamis (07/07) kemarin, warga memblokade jalan-jalan dengan ban yang dibakar untuk menghalangi jalanya bus yang mengangkut para tentara, kata sejumlahs aksi mata.
Menurut kelompok oposisi sudah lebih dari 1.300 pendukung aksi protes tewas di seluruh penjuru negeri setelah gelombang demonstrasi melanda Suriah sejak Maret lalu.
Tahun 1982, Hama juga menjadi lokasi kekerasan terhadap kelompok yang menentang mendiang ayah Presiden Assad, Hafez al-Assad.





























