Italia bersiap hadapi pengetatan anggaran

Sumber gambar, AFP
Senat Italia akan menggelar pemungutan suara untuk menentukan kebijakan pemotongan anggaran, yang rencananya akan mengurangi biaya belanja pemerintah hingga 48 miliar euro (atau sekitar Rp550 triliun) dalam tiga tahun.
Italia berharap dapat mengurangi salah satu angka defisit anggaran terbesar yang ada di zona Eropa dan menghindari program penyelamatan fiskal seperti yang terjadi di beberapa negara saat ini.
Menurut pengamat pemotongan anggaran belanja negara itu kemungkinan akan disetujui oleh majelis tinggi Italia, dan kemudian dikirim ke majelis rendah Jumat (15/7) besok.
PM Italia Silvio Berlusconi mengatakan negaranya kini berada di garda depan negara-negara Eropa yang dibelit krisis keuangan.
Wartawan BBC Gavin Hewitt mengatakan baik pemerintah maupun partai oposisi saat ini sedang disorot habis-habisan oleh pasar karena tumpukan utang Italia yang menggunung.
Sebelumnya pada pekan ini dana Moneter Internasional (IMF) telah meminta negeri itu agar memastikan diambil "implementasi yang tegas" tentang rencana pemotongan anggaran.
Dalam laporannya IMF mengatakan Italia harus berupaya keras mengurangi tingginya jumlah utang publik, mempertahankan stabilitas sektor finansialnya serta memulai reformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Pemungutan suara di senat akan berlangsung di tengah kekhawatiran bahwa Italia akan menjadi negara kesekian di Eropa yang dihantam krisis utang.
Partai oposisi mengatakan mereka mungkin akan menolak rencana pemotongan anggaran ini, namun mereka tidak akan menggunakan taktik mengulur waktu, sehingga mayoritas suara pendukung pemerintah di senat kemungkinan akan mampu meloloskan rencana itu.
Menteri Keuangan Italia Giulio Tremonti mengajukan usulan potongan anggaran hingga 48 miliar euro dalam tiga tahun dengan target mengurangi tingkat defisit sampai nol tahun 2014.





























