Pasukan Suriah tembaki demonstran

Demonstrasi besar-besaran di berbagai kota menuntut agar Presiden Assad mundur

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Demonstrasi besar-besaran di berbagai kota menuntut agar Presiden Assad mundur

Pasukan keamanan Suriah menembaki pengunjuk rasa anti-pemerintah di ibu kota Damaskus dan kota-kota besar lainnya, kata para pegiat.

Demonstrasi ini kemungkinan adalah yang terbesar sejak unjuk rasa menentang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dimulai bulan Maret.

Muncul sejumlah laporan paling tidak tujuh orang tewas karena peluru tajam ditembakkan ke arah ribuan pengunjuk rasa di jalan kota-kota seperti Hama, Deraa, provinsi Idlib dan Qabun di Damaskus.

Pemerintah telah meluncurkan "perundingan nasional" tetapi para pengunjuk rasa tetap mendesak Presiden Assad mengundurkan diri.

Unjuk rasa biasanya memang dilakukan setelah shalat Jumat.

Pembebasan

Warga Suriah diajak berdemonstasi menuntut pembebasan pengunjuk rasa yang dipenjara karena menuntut demokrasi.

Para pegiat menyebarkan ajakan berunjuk rasa untuk memperingati hari "kebebasan para sandera" lewat halaman Facebook Revolusi Suriah 2011.

Kekerasan di negara itu telah menewaskan 1.419 warga sipil dan 352 anggota keamanan, sementara lebih 1.300 orang ditangkap, lapor organisasi Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah.

Negara-negara Barat mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menindak Damaskus.

Prancis mengecam Cina dan Rusia karena tidak mendukung langkah ini.

Kedua negara ini menentang campur tangah dunia di Suriah.