Konferensi oposisi Suriah kandas

Sumber gambar, Reuters
Konferensi kalangan oposan Suriah yang diadakan di Istanbul, Turki yang bertujuan mempersatukan kubu oposisi berakhir dengan perpecahan setelah para aktivis etnis Kurdi menarik diri.
Mereka menuding para peserta lain dalam konferensi tersebut meminggirkan mereka dan mengesampingkan masalah Kurdi.
Warga Kurdi Suriah sudah lama mengeluhkan perlakuan yang mereka pandang diskriminasi bertahun-tahun terhadap warga komunitas mereka.
Para tokoh oposisi Suriah yang berkumpul di Istanbul semua berniat membentuk pemerintah bayangan, namun gagasan tersebut diurungkan di tengah kekhawatiran bahwa lembaga semacam itu akan memonopoli gerakan penentangan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad.
Sementara itu, pemakaman 28 warga dan aktivis oposisi Suriah yang terbunuh hari Jumat berubah menjadi demonstrasi anti-pemerintah.
Beberapa klip video yang disebarkan di internet memperlihatkan ribuan demonstran mengusung peti jenazah di beberapa jalan di ibukota Suriah, Damaskus, dan meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah.
Dalam perkembangan lain, media pemerintah Suriah mengatakan dua anggota aparat keamanan tewas dalam serangan bersenjata terhadap bangunan pemerintah di belahan timur Suriah, tidak jauh dari perbatasan dengan Irak.
Kalangan aktivis menepis laporan media resmi dan menyatakan aparat keamanan menembaki warga sipil di tempat tersebut. Menurut mereka, dua orang terbunuh dan 15 warga terluka dalam insiden tersebut.
Laporan-laporan yang bertolak belakang tersebut sangat sulit diprediksi, karena sebagian besar media dikendalikan oleh penguasa dan akses wartawan asing ke Suriah sangat dibatas.





























