Tentara Israel tahan kapal bantuan Gaza

Sumber gambar, AFP
Pasukan komando Israel naik ke kapal bantuan yang mencoba menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza, kata militer Israel.
Kapal bernama the Dignite-al Karama, satu-satunya wakil dari konvoi 10 kapal yang sedianya mengangkut dan membawa bantuan ke Gaza, telah diperintahkan untuk mengubah arah.
Juru bicara militer Israel mengatakan kepada AFP bahwa kapal tersebut dinaiki anggota pasukan komando Israel tanpa kekerasan dan ditarik ke arah pelabuhan Israel, Ashdod.
Suatu kelompok aktivis antiblokade Israel menyatakan kapal tersebut berada di perairan internasional.
Aktivis Maxime Guimberteau dari A French Boat for Gaza menjelaskan para aktivis dari the Dignite-al Karama mengatakan kepada dia bahwa mereka berada sekitar 40 mil laut dari pesisir pantai Gaza ketika kapal mereka dikepung oleh empat kapal angkatan laut srael.
Dia mengatakan komunikasi dengan kapal bantuan kemudian putus.
Belasan orang mengikuti perjalanan kapal bantuan tersebut, termasuk seorang anggota parlemen Prancis dan seorang wartawan Israel.
Reaksi

Sumber gambar, BBC World Service
Ketika menanggapi kabar bahwa pasukan komando Israel telah naik ke kapal tersebut, kelompok lain yang berbasis di Prancis, Platform Palestine, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa aksi Israel itu jelas memperlihatkan ''logika militer politik Israel, yang hanya berbicara dalam bahasa pemaksaan''.
Platform Palestine mengatakan belum bisa mengadakan kontak dengan orang-orang di atas kapal the Dignite-al Karama.
Pemerintah pimpinan gerakan perlawan Palestina, Hamas, di Gaza mengecam keras pengambilalihan kapal oleh aparat Israel, kata Associated Press.
Pernyataan angkatan bersenjata Israel, IDF, menyebutkan kapal tersebut dinaiki ''setelah semua saluran diplomatik telah dicoba dan kontak terus menerus ke kapal tidak digubris''.
Pernyataan itu menyebutkan angkatan laut memulai dialog dengan para aktivis lima jam kemudian.
''Setelah [mereka] menyatakan ketidaksediaan untuk datang ke pelabuhan Ashdod, langkah untuk naik ke kapal dan menariknya ke sana mutlak diperlukan,'' kata pernyataan tersebut.
Blokade ilegal Israel
Kapal The Dignite-al Karama adalah bagian dari Freedom Flotilla II, konvoi aktivis dari sejumlah negara yang mencoba menyalurkan bantuan ke Gaza sejak bulan Juni.

Sumber gambar, AFP
Para penggalang flotilla mengatakan, meski jalur perbatasan Mesir dengan Gaza dibuka, wilayah Palestina tersebut tetap di bawah ''blokade ilegal'' oleh Israel.
Kapal-kapal lain yang sedianya mengikuti konvoi bantuan tersebut batal berangkat karena dilarang meninggalkan pelabuhan Yunani. Pemerintah Yunani mengatakan larangan tersebut dimaksudkan untuk melindungi para aktivis.
Tahun 2010, sembilan aktivis Turki tewas ketika pasukan komando Israel menyerbu kapal utama dalam konvoi Freedom Flotilla pertama, Mavi Marmara. Insiden ini mengundang kecaman internasional terhadap Israel.





























