Pertemuan Suu Kyi dengan pemerintah Burma

Sumber gambar, AP
Pemimpin pro-demokrasi Burma Aung San Suu Kyi untuk pertama kalinya bertemu dengan seorang menteri pemerintahan.
Menteri Tenaga Kerja Aung Kyi menggambarkan pertemuan dan dialog berjalan positif.
Dia mengatakan mereka berdiskusi soal undang-undang dan cara untuk menghilangkan ketidaksepahaman demi kebaikan bagi rakyat.
Aung San Suu Kyi beberapa kali meminta adanya dialog politik, tetapi pemerintah Burma menginginkan dia untuk menghentikan semua aktifitas politik.
Pembicaraan yang berlangsung selama satu jam ini, berlangsung di wisma negara di ibukota Rangoon.
Sebenarnya ini bukan pertemuan pertama antara Aung San Suu Kyi had dengan Aung Kyi. Keduanya beberapa kali bertemu saat Su Kyi masih dalam tahanan rumah, saat itu Aung Kyi bertugas sebagai penghubung junta militer.
Tetapi ini adalah pertemuan pertama antara perempuan berusia 66 tahun ini dengan pemerintahan sipil yang baru sejak dibebaskan dari tahanan November silam.
Meningkatkan harapan
Usai pertemuan Aung San Suu Kyi berdiri disampaing Aung Kyi yang membacakan sebuah pernyataan yang berisi "Dialog difokuskan pada kemungkinan kerjasama untuk kepentingan rakyat,''
"Ini termasuk undang-undang dan mengatasi perpecahan, dan segala masalah yang akan menguntungkan bagi rakyat''.
Pertemuan ini berlangsung sebulan setelah pemerintah meminta Aung San Su Kyi untuk menghentikan segala aktifitas politik dan memperingatkannya untuk tidak pergi keluar Rangoon.
Tetapi Aung San Suu Kyi baru baru ini pergi ke kota Bagan dan terus melanjutkan wawancara dengan media internasional dan mempererat hubungan dengan diplomat asing.
Wartawan BBC Rachel Harvey melaporkan kebijakan pemerintah untuk melakukan hubungan langsung dengan Suu Kyi ini meningkatkan harapan pintu negosiasi kembali dibuka.
Berita tentang pertemuan ini juga disambut baik Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang meminta "kemajuan terukur yang konkrit'' dari pemerintah Burma saat dia menghadiri pertemuan di Bali, Sabtu kemarin.
Test sesungguhnya atas pembicaraan ini akan bisa terlihat jika ada substansi yang mengemuka, atau hanya akan menjadi pencitraan, sama seperti pemerintahan Burma sebelumnya.
Aung San Suu Kyi dilarang ikut dalam pemilu November silam yang digelar oleh junta militer, dan para pendukungnya memboikot pemilu ini,
Partai yang didukung militer memenangi pemilu dengan merebut banyak kursi. Junta militer menyebut pemilu ini menandai peralihan demokrasi, tetapi oposisi dan negara-negara Barat menyebut pemilu ini pura-pura.
Partai Nasional Liga Demokrat pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi pemilu Burma tahun 1990, tetapi digagalkan junta militer.





























