Protes besar di sejumlah kota Suriah

Unjuk rasa di kota Khaboun Suriah 16 Juli

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Unjuk rasa di berbagai kota Suriah terjadi setelah warga shalat Jumat

Ratusan ribu orang berkumpul di kota Deir Ezzor setelah shalat Jumat dalam rangkaian unjuk rasa di berbagai kota menentang Presiden Bashar al-Assad, menurut para aktifis.

Sementara itu di sejumlah kota Kurdi, unjuk rasa menentang pemerintah juga berlanjut.

Ratusan polisi dan milisi yang setia pada Presiden Assad menggunakan tongkat untuk menyerang ribuan demonstran pro-demokrasi di kota terbesar Kurdi, Qamishli, menurut para saksi.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan menuntut kebebasan politik dan diakhirinya diskriminasi atas minoritas Kurdi Suriah, menurut para saksi mata kepada kantor berita Reuters.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi, dan melukai beberapa orang, menurut para saksi mata

Protes pekan ini diarahkan untuk mengenang korban di kota Homs, tempat penyerangan terakhir pemerintah, menurut kantor berita AFP.

Para aktifis mengatakan operasi militer pemerintah di sana menewaskan paling tidak 22 orang sejak Senin lalu.

Meningkat menjelang Ramadhan

Di ibukota Damaskus, para pegiat hak asasi manusia mengatakan pengamanan ditingkatkan di sejumlah tempat dan pihak keamanan mendirikan pos-pos pengawasan.

Para pegiat mengatakan paling tidak 50 orang tewas di Homs sejak hari Sabtu.

Para pengamat mengatakan dikerahkannya tentara secara besar-besaran di Damaskus merupakan tanggapan atas protes Jumat lalu yang disebutkan sejumlah kalangan seagai protes anti-pemerintah terbesar sejak dimulai Maret lalu. Sekitar 30 orang tewas.

Kelompok Pengamat Hak Asasi Suriah mengatakan pengamanan di kawasan Qabun dan Rukneddin sangat ketat dengan pos-pos penjagaan untuk mengamati aliran warga.

"Rukendin benar-benar terkepung," kata Rami Abdel Rahman kepada kantor berita AFP.

"Ribuan personil keamanan melakukan patroli dan penggeledahan di rumah-rumah, serta melakukan penahanan," tambahnya.

Salah seorang aktifi di Damaskus mengatakan kepada BBC, komunikasi dan listrik di kawasan Harasta dan Duman dimatikan.

Ia mengatakan tentara mengubah taktik - "menculik orang dari jalan-jalan dan kedai kopi" dan bukannya menahan aktifis di rumah-rumah mereka."

Abu memperkirakan penahanan akan terus meningkat menjalan Ramadhan.

"Ramadhan akan segera tiba dan setiap hari seperti layaknya hari Jumat," katanya.

Hari Jumat biasanya warga mengadakan unjuk rasa setelah shalat Jumat.

"Kami yakin, pemerintah akan mencoba menekan para aktifis sebelum Ramadhan."