Pemberontak Libia masih kuasai Bir al-Ghanam

Sumber gambar, afp
Bir al-Ghanam, kota dekat Tripoli, sepertinya masih dikuasai pemberontak setelah penyerangan hari Sabtu (6/8), meskipun pemerintahan Gaddafi menyangkal.
Pemberontak terlihat merayakan dikuasainya kota yang terletak sekitar 80 km selatan ibu kota lewat serangan yang bertujuan mengakhiri kebuntuan selama berbulan-bulan.
Wartawan AFP melaporkan mereka masih menguasai tempat tersebut sampai Senin pagi.
Tetapi beberapa jam sebelumnya pemerintah mengatakan kota tersebut kembali direbut dan kehidupan "kembali normal".
Penyerangan dimulai hari Sabtu dimana ratusan pemberontak dari Pegunungan Nafousa di barat turun ke arah kota-kota di dataran pantai.
Keberhasilan militer di bagian barat sangat penting bagi kemungkinan pemberontak untuk mengalahkan pemerintahan Kolonel Muammar Gaddafi, yang menghambat pergerakan pemberontak dari Benghazi di timur.
Ratusan orang tewas dan daerah larangan terbang internasional yang didukung PBB sudah diterapkan sejak kerusuhan menentang kekuasaan otoriter Gaddafi dimulai bulan Februari.
Tiga serangan
"Pemberontak menguasai pos pemeriksaan," lapor wartawan AFP dari daerah Bir al-Ghanam.
Tidak terjadi penembakan dan pesawat NATO terbang diatas wilayah itu, tambahnya.
Sebelumnya di Benghazi seorang juru bicara mengatakan pasukan pemberontak "bergerak mendekat" Zawiya, kota yang dipandang sebagai batu loncatan bagi serangan terhadap Tripoli sendiri.
Kolonel Ahmed Bani menambahkan pasukan pemberontak di Misrata arah timur Tripoli juga mencatat kemajuan mencapai pinggiran Zlitan.
Serangan ketiga dari arah barat dilaporkan baru-baru ini dimulai dari Brega.
Meskipun demikian Perdana Menteri Libia Baghdadi Mahmudi mengatakan kepada para wartawan hari Minggu bahwa Bir al-Ghanam "dikuasai penuh" pemerintah.
Dia juga menuduh pesawat NATO meningkatkan pemboman Tripoli dan kota-kota lain Libia. Gaddafi mengatakan NATO sudah tidak bisa membedakan tempat sipil dengan markas militer.





























