Gaddafi ejek Inggris soal kematian pemimpin pemberontak

Sumber gambar, Reuters
Rezim Libia pimpinan Kol Gaddafi mengejek pemerintah Inggris menyusul kematian panglima militer pemberontak Abdel Fattah Younes.
Juru bicara pemerintah Libia, Moussa Ibrahim, menyebut kematian Younes merupakan "tamparan buat Inggris" karena mendukung dan mengakui pemberontak yang tidak mampu melindungi pemimpin militernya.
Hari Rabu (27/7) lalu, Menteri Luar Negeri Inggris William Den Haag mengatakan Inggris secara resmi mengakui Dewan Transisi Nasional Libia sebagai "otoritas pemerintahan tunggal".
Dalam waktu bersamaan, Inggris ini juga mengusir para diplomat Libia yang disebut bagian dari rezim Gaddafi.
Sikap Inggris ini mengikuti langkah AS dan Perancis yang sejak awal mengakui keberadaan kelompok pemberontak Libia.
Bagaimanapun, kematian Jenderal Younes masih menyisakan tanda-tanya besar siapa pembunuhnya, setelah dia dan dua ajudannya ditembak pada pekan ini.
Diarak peti matinya
Jenderal Younes, yang ikut memperkuat rezim Gaddafi sejak kudeta tahun 1969, adalah Menteri Dalam Negeri Libia hingga pemberontakan rakyat pecah bulan Februari lalu.
Dia kemudian membelot ke kubu pemberontak.
Rezim Gaddafi bersikukuh, Younes dibunuh kelompok Al-Qaidah, namun keterangan ini masih disangsikan.
Keterangan lain menyebutkan kemungkinan dia dibunuh oleh rezim Gaddafi atau pihak-pihak di dalam tubuh para pemberontak sendiri.
Hari Jumat lalu, ratusan orang di Benghazi, mengelu-elukan dan mengarak peti mati yang berisi Jenderal Younes ke pusat kota, sebelum akhirnya dimakamkan





























