Israel dan Hamas 'gencatan senjata'

Juru bicara militan

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Juru bicara Komite Perlawanan Rakyat Gaza menyatakan akan menghentikan penembakan roket

Israel dan Hamas yang memerintah Jalur Gaza menyatakan mereka setuju untuk gencatan senjata setelah berlangsung insiden kekerasan selama lima hari.

Bentrokan terbaru ini dimulai ketika sekelompok militan melintasi perbatasan Israel selatan dan membunuh delapan orang Israel hari Kamis.

Akibatnya Israel melancarkan serangan udara ke Gaza menewaskan 15 orang Palestina

Seorang warga Israel tewas akibat tembakan roket Hamas.

Empat juru penengah Timur Tengah yakni PBB, Amerika, Uni Eropa, dan Rusia mendesak kedua pihak agar menahan diri.

Seorang pejabat Palestina mengatakan Hamas setuju untuk menjamin bahwa gencatan senjata diakui kelompok militan lebih kecil di Gaza yang menembakkan roket ke Israel selatan dalam beberapa hari ini.

Informal

Menjelang pengumuman itu, media Israel melaporkan 12 roket diluncurkan dari Jalur Gaza mendarat di Israel selatan Minggu malam.

Namun dilaporkan tidak ada yang terluka.

Komite Perlawanan Rakyat Gaza hari Senin menyetujui penghentian penembakan roket ke Israel sebagai langkah "sementara demi rakyat Israel".

Sebelumnya radio militer Israel melaporkan kabinet keamanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan bahwa militer akan menghentikan serangan udara atas Gaza jika militan menghentikan serangan.

Di Jerusalem, wartawan BBC Yolande Knell mengatakan seperti kesepakatan sebelumnya di masa lalu ini bukanlah perjanjian formal.

Ketegangan di dan sekitar Gaza meningkat cepat sejak penembakan berdarah hari Kamis di gurun Negev setelah kelompok Palestina bersenjata menembak mati delapan orang Israel dekat kota wisata Eilat, Laut Merah.

Tujuh penyerang dan lima aparat keamanan Mesir tewas saat tentara Israel mengejar kelompok bersenjata.