Pertempuran masih terjadi di Tripoli

Sumber gambar, AP
Pasukan pemberontak Libia terus mencoba menguasai ibukota Tripoli dengan mendesak pasukan pemerintah Gaddafi. Tetapi mereka mendapatkan perlawanan dari pasukan Gaddafi.
Kelompok pemberontak mengatakan mereka telah menguasai sebagian besar kota-kota di Libia.
Tetapi pertempuran masih terjadi di sejumlah bagian kota. Sebuah konvoi yang mengarah dari bagian barat dipaksa untuk mundur kembali.
Sementara itu putra pemimpin Libia Jenderal Muammar Gaddafi, Saif al-Islam, yang disebutkan pemberontak telah ditahan, muncul di hotel yang dikuasai pasukan Gaddafi.
Wartawan BBC Matthew Price, yang tinggal di hotel tersebut, mengatakan dia bebicara dengan Saif al-Islam Gaddafi, yang mengatakan pendukung pemerintah telah memukul mundur pemberontak.
Saif al-Islam disebutkan sebagai pengganti ayahnya. Pada Minggu, pemberontak mengklaim telah menangkap Saif bersamaan dengan sejumlah anggota keluarganya.
Sementara itu keberadaan Kolonel Gaddafi masih belum diketahui. Disebutkan pemimpin Libia itu mendapat perlindungan dari pasukan yang loyal terhadapnya.
Bangun perbatasan
Pasukan pemberontak mulai memasuki kota Tripoli pada Sabtu lalu dan disambut dengan teriakan kegembiraan dari massa yang berkumpul di Lapangan Hijau ketika tiba di ibukota pada Minggu (21/08).
Kelompok pemberontak telah membangun sejumlah pintu masuk perbatasan di kota Tripoli, dan mengatakan pasukan pertahanan akan datang dengan menggunakan kapal.

Sumber gambar, Reuters
Tetapi di sejumlah wilayah, mereka mendapatkan perlawanan yang cukup keras dari pendukung Gaddafi.
Jurubicara pemberontak mengatakan pasukannya datang dengan dihujani tembakan dari pendukung pemerintah di Bab al-Azizia bagian barat Tripoli pada Senin (22/8).
Saksi mengatakan suara tembakan terdengar sepanjang hari di wilayah itu.
Pendukung Gaddafi kembali menguasai wilayah bagian selatan Hotel Rixos, lokasi tempat para wartawan menginap.
Dan pemberontak yang datang dari arah barat dihalau pasukan Gaddafi dengan menggunakan senjata anti serangan udara.
Pemberontak dipaksa untuk keluar dari ibukota pad Senin malam.
Penurunan bendera
Koresponden BBC di Tripoli, Rana Jawad, melaporkan masyarakat di distrik bagian timur Tripoli terbangun oleh suara imam di masjid setempat yang menyanyikan lagu kebangsaan sebelum kekuasaan Gaddafi.
Dilaporkan pula bahwa peristiwa ini menandakan akhir dari kisruh di Libia, dan pemberontak telah memperoleh apa yang mereka inginkan.
Di Lapangan Hijau, para pendukung pemberontak menurunkan bendera pemerintahan Gaddafi dan menginjak-injak foto kolonel itu.
Sementara pemimpin dunia mendesak Kolonel Gaddafi untuk mundur dari jabatannya.
Presiden AS Obama mengatakan bagian dari rejim Gaddafi menghadapi ancaman.
"Tetapi ini jelas: rejim Gaddafi akan berakhir dan masa depan Libia berada di tangan masyarakat," kata dia.
Obama juga meminta agar Kolonel Gaddafi mengurangi pertumpahan darah dengan " melepaskan kekuasaan kepada masyarakat Libia dan menyerukan kepada pasukan yang saling bertempur untuk menurunkan senjata mereka".
Pemimpin Badan Transisi Nasional pemberontak NTC, Mustafa Abdul Jalil, mengatakan dalam konferensi pers, bahwa dia tidak mengetahui keberadaan Kolonel Gaddafi.
"Kami tidak mengetahui dimana Gaddafi, dia ada didalam atau diluar Libia," kata dia.
Sumber diplomatik mengatakan kepada Kantor Berita AFP, kemungkinan Kolonel Gaddafi berada di Bab al-Azizia. Dia tidak muncul di hadapan publik selama beberapa bulan, meskipun dia merekam pesan untuk disiarkan oleh televisi di lokasi yang tidak diketahui.
Dalam pesan yang disiarkan pada Minggu, pemimpin Libia menyerukan agar menyelamatkan Tripoli dari pemberontak.
Menteri informasi Libia, Moussa Ibrahim, mengatakan pertempuran di kota itu pada Minggu, telah menyebabkan 1.300 orang tewas dan 5.000 orang mengalami luka-luka.

Sumber gambar, BBC World Service





























