Pasukan perlawanan Gaddafi makin dekat ke Sirte

Pasukan anti Gaddafi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sirte, Bani Walid dan beberapa kota kecil di Libia masih dikuasai loyalis Kol Gaddafi.

Pasukan pemerintah interim Libia mengklaim makin mendekati kemenangan dalam pertempurang memperebutkan Sirte, kota yang masih dikuasi pendukung Kolonel Muammar Gaddafi.

Seorang juru bicara pasukan perlawanan anti Gaddafi mengatakan bandar udara dan sebuah markas militer di kota itu telah berhasil direbut.

Pertempuran sengit lain dilaporkan juga terjadi di kota lain yang juga masih dikuasai loyalis Gaddafi, Bani Walid.

Sejak pasukan perlawanan menguasai mayoritas wilayah Libia Agustus lalu, Kol Gaddafi belum lagi dapat dipastikan keberadaannya.

Namun sisa loyalisnya tetap menduduki Sirte, Bani Walid serta beberapa kota lain sementara pasukan pemerintah interim, Dewan Transisi Nasional (NTC), mencoba mengambil alih kontrol terhadap seluruh penjuru negeri itu.

Pemboman NATO

Wartawan BBC, Alastair Leithead, berada bersama pasukan perlawanan anti Gaddafi dekat Sirte, dan melukiskan pertempuran berjalan lambat di tengah bombardir terhadap sasaran pendukung Gaddafi, yang sudah rusak kemudian diambil alih.

Meski demikian menurut Leithead pasukan NTC tetap masih berjarak dari gerbang timur kota itu, meski dari arah barat dan selatan diperkirakan jarak mereka lebih dekat.

Muncul pula laporan yang belum dapat dikonfirmasi terkait pengambilalihan kota Harawa, 80km timur Sirte, setelah terjadi negosiasi untuk menyerah.

Sementara muncul pula berita yang saling berlawanan terkait bom NATO diatas kota itu.

Kepada BBC juru bicara militer di Misrata mengatakan sebuah pesawat NATO menembaki sebuah bangunan di Misrata Jumat lalu dan menewaskan banyak pendukung Kol Gaddafi.

Sebaliknya menurut juru bicara Gaddafi, Moussa Ibrahim, seperti dikutip kantor berita Reuters, serangan itu menewaskan 300 warga sipil Libia.