Clinton kritik pembangunan pemukiman Yahudi

Menlu AS mengkritik kebijakan Israel yang menyetujui pembangunan 1,100 unit rumah di Jerusalem Timur.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Menlu AS mengkritik kebijakan Israel yang menyetujui pembangunan 1,100 unit rumah di Jerusalem Timur.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengkritik keputusan pemerintah Israel yang menyetujui pembangunan 1,100 unit rumah baru di Jerusalem Timur

Clinton mengatakan keputusan itu kontraproduktif bagi upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai dengan Palestina.

"Seperti yang Andatahu, kitatelah lama mendesakkedua belah pihak untukmenghindari segala bentuktindakanyang dapatmerusak kepercayaan," kata Hillary Clinton, dalam jumpa pers di Washington, usai bertemu Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Portas.

Dia kemudian meminta Israel dan Palestina menghindari tindakan provokatif, seperti dilaporkan Kantor Berita AP.

Palestina sejak awal menolak kebijakan pembangunan permukiman ini, dan meminta dihentikan sebelum ada pembicaraan lebih lanjut.

Pusat perdagangan

Sebelumnya, Israel mengumumkan akan membangun 1.100 unit perumahan baru di Jerusalem timur.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan rencana membangun 1.100 rumah baru di Jerusalem Timur telah mendapat lampu hijau dari bagian perencanaan pemerintah kota setempat.

Rencana pembangunan perumahan ini mencakup pusat perdagangan.

Pemerintah kota sekarang memberi kesempatan kepada anggota masyarakat untuk menyampaikan pendapat hingga dua bulan ke depan.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Roei Lachmanovich kepada kantor berita AFP menjelaskan setelah periode 60 hari selesai, bagian perencanaan akan kembali membahas rencana pembangunan perumahan untuk warga Yahudi tersebut.

Bila persetujuan akhir dikeluarkan, proses tender untuk menunjuk kontraktor bisa dimulai.