Israel akan bangun perumahan baru di Jerusalem Timur

Sumber gambar, 1
Israel berencana menambah pemukiman baru di Gilo, Jerusalem Timur.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan rencana membangun 1.100 rumah baru di Jerusalem Timur telah mendapat lampu hijau dari bagian perencanaan pemerintah kota setempat.
Rencana pembangunan perumahan ini mencakup pusat perdagangan.
Pemerintah kota sekarang memberi kesempatan kepada anggota masyarakat untuk menyampaikan pendapat hingga dua bulan ke depan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Roei Lachmanovich kepada kantor berita AFP menjelaskan setelah periode 60 hari selesai, bagian perencanaan akan kembali membahas rencana pembangunan perumahan untuk warga Yahudi tersebut.
Bila persetujuan akhir dikeluarkan, proses tender untuk menunjuk kontraktor bisa dimulai.
Reaksi Palestina
Rencana ini diumumkan ditengah upaya Amerika Serikat untuk membujuk Israel dan Palestina kembali ke meja perundingan.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama beberapa waktu lalu mengatakan membangun rumah atau gedung di wilayah pendudukan akan mempersulit dimulainya kembali perundingan damai.
Menanggapi rencana Israel ini, perunding Palestina Saeb Erekat mengatakan tindakan tersebut sama dengan menolak usul perundingan damai.
"Dengan rencana pembangunan ini, Israel menjawab usul perundingan damai dengan 1.100 kata tidak," kata Erekat kepada AFP.
Sejak awal Palestina mengatakan semua pembangunan pemukiman harus dihentikan sebelum perundingan bisa dimulai kembali.
Perundingan damai antara Israel dan Palestina terhenti sejak akhir September 2010, ketika moratorium pembangunan pemukiman Yahudi oleh Israel di Tepi Barat berakhir.
Israel menolak memperpankang moratorium dan Palestina menolak kembali ke meja perundingan selama Israel terus melakukan pembangunan perumahan di wilayah pendudukan.





























