Pasukan NTC masuki Sirte

Sumber gambar, Reuters
Pasukan anti Gaddafi mulai memasuki kota Sirte, salah satu basis terkuat yang masih dipegang pasukan loyalis Muamamar Gaddafi.
Tembakan senjata terdengar dan asap hitam membumbung ke angkasa saat pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) bergerak masuk kedalam pusat kota.
Wartawan BBC melaporkan, serangan ini dimulai pagi hari waktu setempat.
Sirte merupakan kota kelahiran Gaddafi, tetapi tidak diketahui apakah saat ini dia berada di kota tersebut.
Selama ini kota Sirte merupakan target simbolis bagi NTC, dan sepertinya mereka semakin dekat menuju kemenangan merebut kota ini.
Penembak jitu Gaddafi
Pasukan NTC terus merangsek masuk ke dalam pusat kota, meningkatkan serangan dengan menembak dan serangan roket ke lokasi yang diketahui sebagai tempat pasukan pendukung Gaddafi berada.
El-Tohamy Abuzein, salah seorang serdadu NTC mengatakan pasukan Gaddafi menggunakan penembak jitu yang menembak dari mesjid dan sejumlah bangunan lainnya.
"Mereka menggunakan rumah dan bangunan umum,'' katanya.
Setidaknya dua orang tentara NTC tewas oleh tembakan penembak jitu itu.
Sabtu (24/09) pasukan Nato juga telah memborbardir kawasan Sirte. Selama ini serangan udara Nato memegang peranan penting dalam konflik Libia.
Selain di Sirte, NTC juga masih menghadapi perlawanan sengit dari basis Gaddafi lainnya di Bani Walid, kawasan tenggara ibukota Tripoli.
'Hidup kembali'

Sumber gambar, r
Di Tripoli, ledakan terdengar Sabtu sore. Menimbulkan kepulan asap di sekitar kawasan pelabuhan.
Pejabat kemudian menyatakan insiden tersebut merupakan kecelakaan di fasilitas penyimpanan militer.
Masih di hari Sabtu, ketua NTC Mustafa Abdul Jalil mengatakan pemerintah sementara akan segera diumumkan dalam pekan ini.
Di markas PBB di New York, Perdana Menteri sementara Libia Mahmoud Jibril memberikan pidato pertamanya di Sidang Umum.
Dia mengatakan demokrasi Libia yang baru ''hidup kembali'' dan menggapai dunia internasional.
Jibril meminta semua anggota PBB mencairkan lagi semua aset Libia ''untuk menjamin rekonstruksi dan rehabilitasi negara ini''.
Sementara itu Kolonel Gaddafi hingga saat ini belum diketahui keberadaannya sejak Tripoli jatuh Agustus silam.
Keberadaan mantan pemimpin yang berkuasa selama 42 tahun di Libia itu masih menjadi misteri, tetapi sejumlah angota keluarga, kerabat dan orang terdekatnya telah mengungsi ke Aljazair dan Niger.
Dalam perkembangan lain NTC memprotes otoritas Aljazair terkait dengan pesan suara yang disampaikan putri Gaddafi, Aisha, yang mengungsi ke Aljazair.
Pesan yang dikritik pemerintah baru Libia itu disiarkan di saluran TV pendukung Gaddafi di Suriah, Jumat silam.
NTC mengatakan Aisha Gaddafi semestinya tidak boleh mengeluarkan pernyataan politik. Dia sendiri diijinkan masuk ke Aljazair dengan alsan kemanusiaan.





























