Minyak dari kapal Rena masih tumpah

Kapal Rena terperosok

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Diperkirakan sudah 20-30 ton minyak bocor ke perairan Teluk Plenty, Selandia Baru.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan "pertanyaan serius" harus dijawab untuk menjelaskan kenapa sebuah kapal kontainer bisa kandas di salah satu gugusan paling menawan di pantai negara itu.

Bocoran minyak tumpah dari kapal kargo berbendera Liberia Rena, menciptakan lapisan cairan licin sepanjang 5km di perairan setempat.

PM Key terbang menuju kapal kandas yang terletak 12 mil laut lepas pantai itu, dengan sebuah pesawat helikopter Minggu (9/10).

Dia mengatakan dua pemeriksaan untuk menjelaskan bagaimana kapal bisa bertabrakan dengan Karang Astrolabe sudah dimulai.

"Orang tahu kalau ada karang disitu, bagaimana bisa terperosok disitu tanpa alasan jelas, malam hari saat cuaca tenang, ini menunjukkan ada yang tidak beres dan kita harus tahu kenapa," kata PM Key pada Radio New Zealand.

Sementara itu Angkatan Laut Selandia Baru telah mengirim empat kapal perang untuk membantu mengumpulkan bocoran minyak serta mencegah kerusakan lebih luas dari muatan kapal berbobot 47.000 ton tersebut.

Burung diselamatkan

Menurut sejumlah pejabat setempat 20-30 ton minyak terlanjur bocor di Teluk Plenty, salah satu tujuan utama turisme negeri itu.

Jika kapal terbelah akibat kejadian ini, diperkirakan 1.700 ton bahan bakar akan terlepas ke perairan yang merupakan habitan paus, lumba-lumba, singa laut, pinguin serta aneka rupa burung ini.

Belum jelas kenapa kapal Rena kandas Rabu lalu di gugusan karang ini. Seluruh awak, 25 orang, selamat.

Sementara menurut Svitzer Salvage, perusahaan yang menangani penyelamatan kapal, seluruh minyak yang ada di kapal harus diselamatkan dulu, sebelum dilakukan upaya pelayaran kembali kapal.

Sekitar 200 orang bergabung dalam regu penyelamat, sementara 300 lainnya bersiaga melakukan pembersihan pantai jika diperlukan.

Departmen pelestarian lingkungan setempat membangun dua pusat penyelamatan satwa serta mengirim tim untuk meronda kawasan pantai dan pulau-pulau Teluk Plenty mencari satwa korban tumpahan minyak.

Menurut otoritas maritim setempat sudah delapan burung berlumur minyak, termasuk pinguin biru kecil, diselamatkan dan diungsikan ke fasilitas satwa liar Te Maunga.

Para petugas bersiap menghadapi kemungkinan tumpahan minyak akan sampai ke pantai, setelah zat pencair yang disemprotklan dari udara terbukti tak efektif.

"Ada kemungkinan (tumpahan) ini sangat, sangat serius, karena umur kapal, serta kerusakan yang terjadi (pada kapal)," kata Andrew Berry dari Maritime New Zealand (MNZ).