Dubes AS, Robert Ford, ditarik dari Suriah

Robert Ford

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Robert Ford pernah dilempari tomat dan telur oleh pendukung Presiden Assad.

Amerika Serikat telah menarik duta besarnya, Robert Ford, dari Suriah karena kekhawatiran atas keselamatannya.

Ford membuat marah pemerintah Suriah karena bertemu dengan para tokoh oposisi Suriah yang ingin menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

Bulan lalu, para pendukung melempari Ford dengan tomat dan telur ketika dia sedang mengunjungi para pengunjuk rasa.

Pemerintah Damaskus menuding Ford memicu kekerasan di negara yang dilanda unjuk rasa sejak Maret tahun ini.

Hingga saat ini, pemerintah mengerahkan aparat keamanan untuk menghadapi para pengyunjuk rasa dan diperkirakan 3.000 pengunjuk rasa tewas akibat tindakan kekerasan yang ditempuh aparat keamanan Suriah.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerikat Serikat, yang tidak bersedia disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa belum ada kepastian kapan Ford akan kembali ke posnya di Suriah.

Perundingan dua pihak

Ford pernah memberikan peringatan tentang maraknya konflik sektarian di Suriah jika pihak berwenang tetap menggunakan kekerasan untuk menghadapi kelompok pengunjuk rasa prodemokrasi.

Pendukung Presiden al-Assad

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pendukung Presiden al-Assad pernah melempar Robert Ford dengan tomat dan telur.

Presiden Barack Obama menunjuk Fobert Ford sebagai duta besar pertama untuk Suriah setelah selama lima tahun lebih tidak ada duta besar AS di negara itu.

Pekan lalu, Liga Arab mendesak pihak-pihak yang berkonflik di Suriah bertemu untuk mencari solusi damai dari pertikaian berdarah di negara itu.

Dalam seruan yang disampaikan saat sidang darurat Liga Arab di Mesir itu, perindungan kedua belah pihak tersebut bisa dilangsungkan selambatnya dalam 15 hari setelah seruan ini dilayangkan.

Namun utusan Suriah tidak hadir dalam sidang darurat Liga Arab tersebut.

Suriah mendapatkan tekanan internasional untuk menghentikan kekerasan dalam upaya meredam unjuk rasa yang dimulai enam bulan lalu.

Beberapa waktu lalu, upaya sejumlah negara untuk mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk kebijakan pemerintah Suriah terhadap pengunjuk rasa tidak berhasil karena diveto oleh Cina dan Rusia.