Delegasi oposisi Suriah dilempari telur di Kairo

Pengunjuk rasa menghadapi aparat keamanan di Homs, 4 November 2011.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kantor Komisaris PBB Untuk urusan HAM menyebut kondisi di kota Homs mengerikan.

Sekitar seratus warga Suriah dan pegiat demokrasi Mesir mengungkapkan kemarahan kepada delegasi oposisi Suriah yang akan menghadiri pertemuan Liga Arab di Kairo.

Mereka melempari delegasi dengan telur dan sempat menghalangi secara fisik agar delegasi tidak bisa memasuki kantor pusat Liga Arab.

Para pengunjuk rasa menuduh keempat tokoh oposisi tersebut sebagai pengkhianat karena dianggap bersedia untuk melakukan dialog dengan pemerintahan Presiden Bashir al-Assad.

Berdasarkan usulan damai Liga Arab -yang sudah diterima oleh Presiden al-Assad- kedua belah pihak yang bertikai di Suriah akan melakukan dialog, selain penarikan tentara dari kawasan yang dilanda unjuk rasa.

Namun kekerasan atas pengunjuk rasa terus terjadi sepanjang pekan lalu dan -setelah Damaskus menerima usulan damai Liga Arab- dilaporkan lebih dari 100 orang tewas akibat operasi militer di Homs.

Keempat tokoh oposisi yang berada di Kairo berasal dari Komite Koordinasi Nasional, NCC, dan bukan Dewan Nasional Suriah, SNC, yang menolak kontak dengan pemerintah Damaskus.

Jumlah korban

Masih tidak jelas tindakan yang diambil oleh Liga Arab jika kekerasan oleh aparat keamanan Suriah tetap berlangsung, walau Liga Arab memiliki kewenangan untuk mencabut atau membekukan sementara keanggotaan Suriah.

Sejak unjuk rasa marak di beberapa kota di Suriah, Maret 2011, hingga saat ini, PBB memperkirakan jumlah korban yang tewas sudah mencapai 3.500 jiwa.

PBB juga menyebutkan tindakan brutal dalam upaya membubarkan unjuk rasa sebagai penyebab dari jatuhnya korban jiwa tersebut.

"Pasukan Suriah tetap menggunakan senjata berat dan tank untuk menyerang kawasan-kawasan pemukiman di Homs," kata Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor Komisaris PBB untuk urusan Hak Asasi Manusia, OHCHR.

Para pegiat hak asasi mengatakan pasukan melakukan serangan besar-besaran di kota itu selama beberapa hari belakangan, khususnya di kawasan Baba Amr.

Upacara pemakaman warga sipil di Homs

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Diperkirakan sekitar 100 warga sipil tewas di Homs dalam waktu sepekan belakangan.

Shamdasani menggambarkan situasi di Baba Amr sebagai 'mengerikan' dan -berdasarkan informasi yang diterima OHCHR- kawasan itu dikepung oleh selama tujuh hari sehingga para penduduknya kekuarangan pangan, air, maupun obat-obatan.

Belum menyerah

Awal pekan ini (Senin, 07/11) SNC menyatakan Homs sebagai kawasan bencana dan mendesak bantuan internasional untuk melindungi warga sipil di kota itu.

Walau sudah terkepung penduduk Baba Amr tampaknya belum menyerah.

"Mereka pikir bisa mengendalikan Baba Amr seperti mereka melakukannya ke wilayah lainnya tapi mereka salah, kami tidak takut pada meraka," kata seorang pegiat di Homs, Salim al-Homsi, seperti dikutip kantor berita AP.

Homs merupakan salah satu kota yang menjadi basis utama perlawanan pemerintah dan banyak tentara Suriah yang membelot bermarkas di kota ini.

Pemerintah pimpinan Presiden al-Assad berulang kami menyatakan bahwa pasukan keamanan melawan kelompok pemberontak bersenjata.