Mahasiswa serbu kedutaan Inggris di Teheran

Sumber gambar, Reuters
Sejumlah mahasiswa militan menerobos kompleks kantor kedutaan Inggris di ibukota Iran, Teheran, hari Selasa (29/11).
Insiden terjadi ketika berlangsung aksi protes menentang sanksi terhadap Iran.
Tayangan televisi menunjukkan bendera Inggris disobek dan berbagai dokumen dilemparkan keluar melalui jendela.
Kantor berita Reuters memberitakan para mahasiswa melempari kantor kedutaan Inggris dengan batu dan bom molotov.
Sebelum memasuki kompleks kedutaan para mahasiswa yang meneriakkan kata-kata "Matilah Inggris" bentrok dengan polisi antihuru-hara di depan kantor kedutaan.
Kejadian hari ini berlangsung dua hari setelah Dewan Penjaga Iran dan parlemen setuju untuk mengurangi hubungan dengan Inggris, setelah pemerintah Perdana Menteri David Cameron menerapkan sanksi lanjutan terkait program nuklir Iran.
Reaksi Inggris
Kementerian Keuangan Inggris memberlakukan sanksi terhadap sektor keuangan Iran karena dianggap membantu program nuklir tersebut.
Negara-negara Barat menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir sementara pemerintah di Teheran mengatakan program ini hanya untuk kepentingan damai.
Menanggapi insiden di Teheran, Kementerian Luar Negeri Inggris di London mengatakan mereka marah dengan penyerbuan tersebut.
"Situasi di lapangan masih bisa berkembang dan kami terus mendapatkan rincian. Kami marah atas insiden ini. Kami tidak bisa terima dan kami mengutuk kejadian tersebut," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris.
"Berdasarkan hukum internasional termasuk Konvensi Wina, pemerintah Iran berkewajiban melindungi semua diplomat dan kantor kedutaan asing di Iran."
"Kami berharap situasi di lapangan segera diatasi untuk menjamin keselamatan para diplomat dan juga kantor kedutaan kami," kata Kementerian Luar Negeri Inggris.





























