Korut klaim reaktor nuklirnya alami kemajuan

Sumber gambar, digitalglobe
Bangunan reaktor nuklir di Korea Utara kini telah "berkembang dengan pesat" jelas seorang pejabat pemerintah negara itu.
Korea Utara tampaknya tidak terlalu mempertimbangkan reaksi AS dan Korsel yang terus mengikuti perkembangan nuklir di negara itu.
Media pemerintah Korut yang mengutip pejabat kementrian luar negeri negara itu mengatakan mereka terus melakukan pengayaan uranium level rendah untuk reaktor yang mereka kita punya.
Korea Utara sebelumnya mengumumkan keberadaan reaktornya itu pada awal bulan ini.
AS dan Korsel berulang kali meminta Pyongnyang untuk tidak meneruskan program nuklirnya, mereka khawatir reaktor itu akan digunakan untuk membangung senjata nuklir.
Pernyataan pejabat Korut lewat media pemerintah yang terakhir ini dilihat sebagai sebuah pernyataan provokatif yang ditujukan kepada Washington dan Seoul.
"Pembangunan reaktor air ringan LWR eksperimental ini dan pengayaan uranium level rendah sebagai bahan baku telah menunjukan kemajuan yang pesat," kata pejabat Korut yang dikutip oleh kantor berita Korut, KCNA.
Pesan untuk AS
Pejabat tersebut juga menggambarkan bahwa reaktor itu merupakan bagian dari upaya rezim saat ini untuk mendukung kemandirian ekonomi nasional dan selain itu dia mengatakan apa yang dilakukan saat ini merupakan lompatan yang berhasil mereka capai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Pemerintah Korut menyatakan kepada warga di negara ini dan di luar sana bahwa setiap tahap dari kegiatan nuklir yang kita lakukan adalah untuk tujuan damai salah satunya untuk pembangkit tenaga listrik."
Pernyataan Korut soal keberadaan reaktor nuklirnya ini dikeluarkan saat Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton berkunjung ke Korea Selatan. Sejumlah pengamat menilai Pyongyang tengah mencoba menyampaikan pesan kepada AS lewat pengumumannya tersebut.
Korea Utara pada tahun 2005 menghentikan program nuklirnya untuk agar bisa mendapatkan bantuan kembali dari dunia internasional. Upaya penghentian penggunaan nuklir ini melibatkan enam negara dan pembicaraannya berlangsung selama empat tahun.
Namun pada bulan April tahun 2009 lalu, Korut keluar dari proses pembicaraan tersebut dan sebulan kemudian negara itu melakukan uji coba senjata nuklir.
Pyongnyang diyakini tidak lama lagi akan memiliki kemampuan dalam pengembangan senjata nuklir, serangkaian tes yang mereka lakukan merupakan upaya untuk menemukan sistem hulu ledak yang akan digunakan.





























