Aung San Suu Kyi mungkin ikut pemilihan sela

Sumber gambar, AP
Pemimpin prodemokrasi Burma, Aung San Suu Kyi, akan mempertimbangkan ikut pemilihan sela untuk wilayah pemilihan di dekat Rangoon.
Seorang juru bicara Partai Liga Nasional Demokrasi, NLD, mengatakan dia akan mencalonkan diri untuk kursi anggota parlemen dari kota Kawhmu.
"Dia akan mencalonkan diri untuk parlemen dalam pemilihan sela mendatang di wilayah pemilihan Kawhmu, sebuah kota pedesaan di pinggiran Rangoon, namun keputusan akhir masih akan diambil ketika partai sudah terdaftar secara resmi," kata Nyan Win, seperti dikutip kantor berita Reuters.
Keikutsertaannya dalam pemilihan umum ini merupakan yang pertama kali dalam 20 tahun lebih.
Dua pekan lalu NLD -yang memboikot pemilihan umum tahun 2010- mendaftarkan diri sebagai partai politik peserta pemilu namun komisi pemilihan masih harus memeriksa persyaratan administrasinya.
Ditambahkan bahwa NLD akan menyiapkan calon untuk 48 kursi parlemen yang kosong.
Reformasi politik
November tahun lalu, Burma menggelar pemilihan umum yang menghasilkan pemerintah sipil setelah dikuasai rezim militer selama puluhan tahun
Partai pimpinan Aung Sas Suu Kyi meraih kemenangan dalam pemilihan umum pada tahun 1990 namun hasil tersebut ditolak oleh penguasa militer.
Sejak saat itu pula, praktis Aung San Suu Kyi berada di dalam tahanan sampai akhirnya dibebaskan menjelang digelarnya pemilihan umum.
Setelah pemerintah sipil terbentuk, sejumlah tahanan politik dibebaskan dan pekan lalu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton, berkunjung ke Burma.
Kunjungan Clinton merupakan kunjungan pejabat tinggi pertama Amerika Serikat ke negara itu dalam waktu sekitar 50 tahun.
Dalam kunjungan itu Clinton bertemu dengan Presiden Thein Sein di ibukota Naypidaw dan juga bertemu dengan Aung San Suu Kyi di Rangoon.
Saat berada di Burma, Clinton mengatakan menyambut baik reformasi politik di Burma dan mengharapkan lebih cepat lagi, namun tidak disebut mengenai kemungikinan pencabutan sanksi ekonomi atas Burma yang diterapkan negara-negara Barat.





























