Kuba pertahankan sistem satu partai

Sumber gambar, Getty
Presiden Kuba Raul Castro menegaskan dia akan mempertahankan sistem satu partai yang dianut negeri itu selama ini.
Pernyataan Castro itu disampaikannya saat berpidato dalam Kongres Partai Komunis yang berkuasa di Kuba.
"Menggantikan prinsip satu partai sama dengan memberikan jalan bagi partai atau imperialisme partai di negeri ini," ujar Castro.
Dia juga mengkritik sejumlah kelompok yang berharap kongres partai kali ini akan menjadi awal perubahan sosial politik hasil revolusi.
Meski demikian, Castro menegaskan partai komunis perlu mempromosikan lebih banyak demokrasi dan debat terbuka dalam tubuh partai.
Castro yang dalam militer Kuba berpangkat jenderal itu juga menegaskan siapapun yang berfikir Kuba harus memulai sistem multi partai melupakan situasi yang dialami Kuba saat ini.
"Mereka melupakan sejarah agresi permanen, blokade ekonomi, intervensi dan kepungan media yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Kuba," kata Castro.
Namun, Castro juga mengigatkan bahwa korupsi dan kegagalan menghapus kesalahan masa lampau menjadi ancaman terbesar terhadap masa depan sistem sosialisme.
Pembatasan masa jabatan
Castro juga menegaskan rencananya membatasi jabatan politik negeri itu hanya dua masa jabatan atau 10 tahun saja.
"Rencana ini akan dilakukan secara bertahap sambil menunggu perubahan konstitusi," kata politisi berusia 80 tahun itu.
Sayangnya Castro tidak memastikan apakah pembatasan jabatan itu berlaku untuk masa jabatan presiden yang kini disandangnya.
Rencana yang diumumkan pertama kali tahun lalu itu akan mengubah wajah dunia politik Kuba yang saat ini didominasi politisi senior veteran revolusi 1959.
Raul Castro dikenal banyak melakukan gebrakan sejak mengambil alih kekuasaan Kuba dari tangan kakaknya Fidel Castro pada 2008 lalu.
Sebelumnya, Fidel Castro berkuasa di kuba hampir setengah abad sebelum akhirnya menyerahkan kekuasaan akibat kondisi kesehatan yang menurun.





























