Intelegen Prancis dianggap gagal deteksi serangan

Mohammed Merah

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Mohammed Merah ternyata masuk dalam daftar orang yang dilarang terbang ke AS.

Intelegen Prancis menjadi sorotan setelah dianggap gagal menyusul terjadinya pembunuhan yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata di selatan Prancis.

Mohammed Merah - yang mengklaim mengikuti pelatihan al-Qaeda - tewas oleh penembak jitu kepolisian di Toulouse Kamis (22/3).

Sekarang baru diketahui bahwa Merah berada dalam pengawasan dan telah dimasukan dalam daftar orang yang tidak boleh terbang ke AS oleh pemerintah Amerika.

Merah, 23 tahun, melakukan tiga kali penyerangan di tempat terpisah, menewaskan empat orang di sebuah sekolah Yahudi dan tiga orang tentara.

Dia mengatakan tindakannya dilakukan untuk "membalas apa yang dirasakan anak-anak Palestina" dan sebagai protes terhadap campur tangan militer Prancis di sejumlah negara.

Pada Kamis (22/3), pejabat Prancis mengakui bahwa Merah telah diikuti selama beberapa tahun oleh agen intelegen.

Mereka mengatakan pada November tahun lalu, Merah dimintai keterangan oleh agen intelejen domestik Prancis DCRI untuk menjelaskan perjalanannya ke Afghanistan dan Pakistan.

Masuk daftar AS

Pengamat di Prancis dan luar negeri mengkritik badan intelegen yang karena gagal melacak Merah dari dekat.

Menanggapi kritikan itu, Menteri Luar Negeri Alain Jupe mengatakan:" Saya paham bahwa masyarakat mempertanyakan apakah ada kegagalan intelegen. Kami mencoba mengklarifikasi ini."

Secara terpisah, pejabat di Washington mengatakan Merah telah dimasukan dalam daftar pemerintah AS sebagai orang yang dilarang terbang ke Amerika.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa nama Merah telah berada di daftar itu selama beberapa waktu.

Menteri Dalam Negeri Prancis Claude Gueant membela agen intelegen Prancis dan mengatakan mereka banyak melacak ekstrimis, dan memisahkan kasus ketika sulit untuk ditangani.

Merah yang merupakan keturunan Aljazair, ditembak oleh penembak jitu polisi, setelah dia lebih dulu melontarkan peluru kepada para petugas polisi yang mengepung kediamannya selama 32 jam.

Polisi mengatakan, Merah - yang menggunakan rompi anti peluru dan membawa senjata - tertembak di bagian kepala. Di tempat tinggal Merah, polisi juga menemukan bom bensin di balkon.