Mohammed Bin Hammam tuduh FIFA rasis

Sumber gambar, Reuters
Mohammed Bin Hammam, mantan wakil presiden badan sepak bola dunia, FIFA menuduh badan itu rasis terkait kasus korupsi yang menimpanya.
Hammam yang berasal dari Qatar mengatakan ia tidak akan pernah dituduh korupsi bila ia adalah warga Eropa.
Ia dinyatakan bersalah menawarkan suap dengan imbalan suara dalam upayanya mencalonkan diri sebagai presiden FIFA.
Dalam suratnya, Hammam mengatakan bila ia adalah warga Eropa, presiden FIFA Sepp Blatter ataupun sekjen Jerome Valcke tidak akan berani mengutiknya.
"Bila saya warga Eropa atau warga Karibia yang merupakan bagian dari Eropa, Blatter ataupun Valcke tidak akan berani menuding kami," katanya dalam surat yang diterbitkan Selasa (06/09).
Ia mengadakan kedua pejabat tinggi FIFA itu harus menghadapi tuduhan korupsi.
Menantang Blatter
Bin Hammam sempat menjadi tokoh paling kuat dalam eksekutif FIFA namun ia meluncurkan serangan terhadap pejabat yang menurutnya bertanggung jawab atas apa yang terjadi padanya.
Ia menerbitkan surat itu di situs internetnya dan ditujukan kepada ketua komisi etika FIFA, Petras Damaseb, yang menyampaikan keputusan terhadap Hammam.
Hammam dinyatakan bersalah mengatur pemberian uang tunai kepada pemberi suara Karibia menjelang pemilihan presiden.
Hammam sebelumnya mencalonkan diri untuk mengganti Sepp Blatter namun kemudian menarik diri sebelum pemungutan suara.
Bin Hammam adalah pejabat paling senior FIFA pertama yang dihukum atas penyuapan dalam 107 tahun sejarah organisasi sepak bola itu.
FIFA menolak berkomentar atas surat Hammam itu.





























