Aurelie Buka Suara soal Keabsahan Surat Pembatalan Nikah yang Dipersoalkan Roby Tremonti
Aurelie akhirnya memberikan tanggapan mengenai pernyataan Roby Tremonti, menegaskan bahwa statusnya sebagai liber terkait pembatalan pernikahan tetap berlaku.

Kisah masa lalu antara aktris Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti kembali mencuri perhatian publik setelah buku memoar berjudul Broken Strings menjadi viral. Dalam buku tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya selama pernikahan di usia remaja, termasuk dugaan sebagai korban child grooming serta kekerasan dalam rumah tangga.
Menanggapi isi buku tersebut, Roby Tremonti akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi terkait status pernikahan mereka yang dilangsungkan pada 10 Oktober 2011. Roby secara terbuka mempertanyakan keabsahan surat pembatalan nikah atau status liber yang pernah ditunjukkan oleh Aurelie beberapa tahun lalu. Meskipun mengakui adanya pernikahan tersebut, Roby merasa aneh karena hingga saat ini ia mengaku tidak pernah memegang dokumen resmi pembatalan tersebut.
Di tengah perselisihan ini, Roby diketahui telah melamar kekasih barunya yang bernama Dinda dan sedang mempersiapkan masa depan bersama.
Aurelie, mohon jelaskan mengenai status Liber

Menanggapi keraguan yang disampaikan oleh Roby, Aurelie Moeremans memberikan penjelasan terkait prosedur yang berlaku di Gereja Katolik.
Ia menegaskan bahwa menurut keyakinannya, pernikahan yang sah secara sakramen tidak dapat dibatalkan oleh manusia dengan mudah. Aurelie menjelaskan bahwa dokumen yang ia pegang adalah hasil dari pemeriksaan yang ketat oleh otoritas gereja yang berwenang.
"Status liber hanya dapat diberikan apabila setelah pemeriksaan oleh Gereja dan otoritas Vatikan ditemukan bahwa pernikahan tersebut sejak awal tidak pernah sah, misalnya karena adanya paksaan, manipulasi, atau syarat sakramental yang tidak terpenuhi," kata Aurelie saat dihubungi pada Rabu (14/1).
Bukti yang menunjukkan bahwa pernikahan tersebut tidak sah

Aurelie menekankan bahwa keluarnya status liber tersebut merupakan bukti yang jelas bahwa ikatan pernikahannya di masa lalu tidak diakui secara hukum kanonik. Menurutnya, dokumen ini menjadi bukti yang kuat dan tidak perlu diragukan lagi validitasnya, karena telah melewati proses yang panjang di tingkat tertinggi otoritas gereja.
"Fakta bahwa status liber saya terbit justru menegaskan bahwa pernikahan tersebut secara kanonik tidak valid sejak awal, bukan 'dibatalkan'," ujarnya. Dengan pernyataan ini, Aurelie ingin menegaskan bahwa status hukum pernikahannya memang tidak sah sejak awal, dan hal ini seharusnya tidak menjadi bahan perdebatan lagi.
Roby Tremonti tetap berpegang pada keyakinannya

Roby Tremonti tetap berpegang pada keyakinannya bahwa ia tidak pernah menerima bukti fisik mengenai pembatalan pernikahan yang dimaksud. Menurutnya, sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam sakramen tersebut, ia seharusnya memiliki dokumen yang sama. Ketidakadaan surat tersebut di tangannya membuat Roby meragukan kejelasan status hukum mereka di hadapan gereja.
"Surat resmi dari gereja bahwa ada pembatalan pernikahan, saya tidak pernah pegang itu," ungkap Roby saat ditemui di kawasan Cituereup, Bogor, Jawa Barat, pada hari Selasa, 13 Januari 2026.
Roby menolak untuk melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga

Roby menceritakan pengalamannya ketika Aurelie meminta bantuannya untuk menyusun narasi terkait pembatalan tersebut. Ia mengungkapkan keberatan untuk menuliskan pengakuan mengenai tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) demi kelancaran proses administrasi di gereja. Menurutnya, kejujuran dalam narasi yang ditulis jauh lebih penting dibandingkan hanya sekadar mendapatkan selembar surat pembatalan.
"Tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu kan harus ada narasi dari masing-masing pasangan untuk kenapa mau gitu. Ya di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT. Kan nggak mungkin (saya tulis), saya nggak melakukan," ujarnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481543/original/024998500_1769136804-1001542045.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481384/original/056287400_1769093956-147763.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481493/original/017421000_1769135268-000_34L79R7.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5315719/original/090106300_1755168093-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__14_of_75_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481035/original/045466500_1769074755-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_1.04.34_PM.jpeg)





















