AS dan China Sepakat Tangguhkan Perang Dagang, Turunkan Tarif Impor
Ini dilakukan dalam upaya 'reset ekonomi' selama 90 hari, menandai penurunan signifikan dalam ketegangan perang dagang.

China dan AS sepakat untuk menghapus sebagian besar tarif yang dikenakan sebagai bagian dari perang dagang antara kedua negara yang dimulai oleh Presiden AS Donald Trump pada April. Kesepakatan ini diumumkan pada Senin (12/5).
Pernyataan bersama kedua negara menyatakan kesepakatan telah dicapai untuk menurunkan tarif tambahan AS atas barang-barang China menjadi 30 persen, dan bea masuk China atas impor AS menjadi 10 persen, di samping beberapa pungutan balasan yang dikenakan sebelumnya pada barang-barang AS tertentu.
"Kami telah menurunkan tingkat tarif secara substansial," kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang memimpin negosiasi untuk AS, dalam sebuah konferensi pers, dikutip dari The Cradle, Selasa (13/5).
Baik China maupun AS sepakat untuk menghapus 91 poin persentase dari tarif April dan menangguhkan 24 poin persentase lebih lanjut untuk 90 hari ke depan, sehingga 10 poin persentase dari bea masuk tetap berlaku.
Kesepakatan itu dicapai selama negosiasi yang diadakan selama akhir pekan di Jenewa, Swiss. Delegasi China dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
“Pembicaraan ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi terbaru antara China dan AS telah mencapai kemajuan substantif, secara signifikan mengurangi tingkat tarif bilateral … langkah tersebut memenuhi harapan produsen dan konsumen di kedua negara, melayani kepentingan kedua belah pihak dan kepentingan bersama dunia,” kata Kementerian Perdagangan China dalam pernyataannya.
“Kami berharap pihak AS akan melanjutkan pertemuan tersebut, terus bekerja sama dengan China ke arah yang sama, sepenuhnya memperbaiki praktiknya yang salah dengan kenaikan tarif sepihak, terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, menjaga perkembangan hubungan perdagangan dan ekonomi China-AS yang sehat, stabil, dan berkelanjutan, dan bersama-sama menyuntikkan lebih banyak kepastian dan stabilitas ke dalam ekonomi dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
Perang dagang antara AS dan China dimulai pada 2 April, ketika Trump mengenakan tarif sebesar 145 persen atas impor dari China. Pasar saham AS mengalami kerugian yang signifikan setelah pengumuman tarif tersebut. Beijing, eksportir utama ke AS, menanggapi dengan mengenakan tarif sebesar 125 persen atas barang-barang yang diimpor dari AS.
Penurunan tarif yang disepakati merupakan bagian penting dari kesepakatan 'reset ekonomi' 90 hari. Kedua negara sepakat untuk mengurangi tarif tambahan yang memberatkan perdagangan bilateral.Durasi kesepakatan yang hanya 90 hari menunjukkan sifat sementara dari kesepakatan ini. Kedua negara akan menggunakan periode ini untuk melanjutkan diskusi dan negosiasi guna mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Reaksi pasar terhadap kesepakatan ini sangat positif. Indeks saham di Hong Kong, AS, dan Eropa mengalami kenaikan signifikan setelah pengumuman tersebut. Hal ini menunjukkan optimisme pasar terhadap potensi perbaikan hubungan ekonomi antara AS dan China, serta dampak positifnya terhadap perekonomian global. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena kesepakatan ini bersifat sementara dan masih banyak tantangan yang harus diatasi dalam negosiasi jangka panjang.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)

















