Tips Menjalani Slow Living di Jakarta
Menjalani konsep slow living di Jakarta, saat ini menjadi impian banyak orang. Sebab, tingkat bekerja di Jakarta yang kian tinggi.

Konsep slow living akhir-akhir ini menggema di kalangan warga metropolitan, termasuk Jakarta.
Menjalani konsep slow living di Jakarta, saat ini menjadi impian banyak orang. Sebab, tingkat bekerja di Jakarta yang kian tinggi.
Slow living adalah gaya hidup yang mengedepankan kualitas, kesadaran, dan penentuan prioritas. Fokus hidup slow living adalah melakukan sesuatu dengan lebih baik, bukan lebih cepat.
Konsep slow living berasal dari Gerakan Slow Food di Italia pada 1980-an. Gaya hidup ini diprakarsai Carlo Petrini sebagai bentuk protes terhadap pembukaan gerai fast food di Roma.
Gerakan ini mengusung pentingnya makanan berkualitas yang mempertahankan tradisi lokal dan mendukung kesejahteraan petani. Popularitas slow living meningkat setelah Carl Honoré menerbitkan buku 'In Praise of Slowness', yang mengajak pembaca untuk menjalani hidup dengan ritme yang lebih lambat.
Manfaat Slow Living
1. Lebih Banyak Waktu untuk Diri Sendiri
Dengan mengurangi aktivitas tidak penting. Dan memiliki waktu untuk hal-hal yang benar-benar membawa kebahagiaan.
2. Keputusan yang Lebih Bijak
Menerapkan konsep slow living memungkinkan pekerja membuat keputusan yang lebih matang karena dapat berpikir lebih jernih.
3. Menentukan Prioritas dengan Baik
Hidup tanpa tekanan membantu menyusun prioritas dengan lebih jelas dan bermakna.
4. Meningkatkan Kepuasan Hidup
Dengan slow living, dapat menemukan tujuan hidup yang lebih dalam dan mencapai keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Sosiolog Nia Elvina membagikan tips agar pekerja di Jakarta dapat menerapkan konsep slow living. Yakni, dengan dibarengi oleh pemerintah memberikan aturan jam kerja yang lebih manusiawi.
"Kalau dari Sosiologi pendekatannya harus sistem, atau dalam hal ini, Negaralah yang harus mengkonstruk aturan jam kerja yang manusiawi yang berbasiskan nilai-nilai kemanusiaan," kata Nia, saat dihubungi merdeka.com, Kamis (19/6).
Menurut Nia, sudah waktunya pemerintah memberikan waktu kerja yang menyenangkan bagi pekerja baik di Jakarta maupun di Indonesia.
Sebab, jika sistem waktu kerja tidak diatur dengan baik akan sulit bagi pekerja untuk menerapkan slow living.
"Atau dengan kata lain, pemerintahlah yang membuat aturan yang membuat kerja menjadi menyenangkan untuk masyarakat Indonesia," imbuhnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212278/original/085926800_1746607936-Inter_Milan_vs_Barcelona-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478810/original/094393800_1768927580-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1869757/original/047902100_1517895575-20180206-Banjir-Jatinegara-AM1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481392/original/098945500_1769094739-IMG_8990.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481384/original/056287400_1769093956-147763.jpg)






















