109 Tiang Monorel Dibongkar Diprediksi Tekan Kemacetan Rasuna Said dan Sekitarnya
Tiang-tiang monorel yang terletak di sepanjang Jalan Rasuna Said direncanakan untuk dibongkar pada minggu ketiga bulan Januari tahun 2026.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta berpendapat bahwa pembongkaran 109 tiang monorel akan mengurangi kemacetan di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menyatakan bahwa anggaran sebesar Rp100 miliar akan dialokasikan untuk pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
"Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan dan perbaikan mobilitas di Jakarta," ungkap Siti, seperti yang dilansir oleh Antara pada Minggu (11/1).
Proses pembongkaran tiang monorel yang terletak di sepanjang Jalan Rasuna Said direncanakan akan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. "Jadi ceritanya tuh sebelumnya itu pernah keluar kan 98 tiang, seminggu yang lalu lah tuh, itu yang dari perencanaan. Ternyata setelah dihitung ulang kembali nah itu terdapat 109 tiang," jelasnya.
Setelah tiang monorel dibongkar, pihaknya akan segera melaksanakan penataan kawasan, termasuk jalan, trotoar, dan fasilitas umum lainnya. "Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR. Rasuna Said, di antaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman. Termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum," tambahnya.
Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Dasar
Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, menjelaskan bahwa penataan kawasan Kuningan tidak akan mengesampingkan kawasan lain serta kebutuhan masyarakat yang ada. "Pada saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta tetap fokus pada penyediaan infrastruktur dasar dan layanan esensial bagi warga Jakarta," ungkapnya.
Prastowo menekankan pentingnya keseimbangan dalam pengembangan wilayah, di mana perhatian terhadap satu kawasan tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kawasan lainnya.
Ia menambahkan bahwa upaya ini bertujuan untuk memastikan semua warga Jakarta mendapatkan akses yang memadai terhadap infrastruktur dan layanan yang diperlukan, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat secara keseluruhan.
Pemprov DKI Janji Transparansi
Saat ini, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI Jakarta, Afan Andriansyah, menegaskan bahwa proses penataan kawasan Kuningan, terutama dalam hal pembongkaran tiang monorel, akan dilaksanakan dengan penuh transparansi.
"Pemprov DKI Jakarta siap menata kembali wajah kota dengan membongkar tiang-tiang monorel mangkrak secara transparan, tertib hukum, dan berorientasi pada kepentingan publik," ungkap Afan.
Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat melihat perubahan yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Selain itu, proses ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang lebih baik dan lebih teratur di kawasan tersebut. Penataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur kota dan meningkatkan kualitas hidup warganya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477548/original/051022700_1768861609-IMG_20260120_011736.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4848901/original/076050200_1717138481-IMG20240531104427.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477503/original/080786400_1768831286-Bocah_lima_tahun_asal_Sukabumi_jago_matematika.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477497/original/032473000_1768829852-Prabowo_Rapat.jpg)


















