Aceh Terima 10 Ribu Ton Beras Bencana dari Pusat, Siap Salurkan ke Wilayah Terdampak
Provinsi Aceh baru-baru ini menerima 10 ribu ton beras bencana dari pemerintah pusat untuk didistribusikan kepada korban bencana di berbagai kabupaten/kota, memastikan ketersediaan pangan.

Provinsi Aceh baru-baru ini menerima 10 ribu ton beras bencana dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. Bantuan ini akan didistribusikan ke kabupaten dan kota yang terdampak bencana di seluruh Provinsi Aceh. Kepala Dinas Pangan Provinsi Aceh, Surya Rayendra, menyampaikan informasi penting ini di Banda Aceh.
Penyaluran beras ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan mendesak bagi masyarakat yang menjadi korban banjir. Mekanisme penyaluran akan dilakukan melalui Gubernur Aceh dan selanjutnya diteruskan melalui Bulog di masing-masing wilayah. Ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam penanganan dampak bencana yang terjadi.
Alokasi beras ke setiap daerah akan bergantung pada permintaan resmi dari bupati atau wali kota setempat kepada Gubernur Aceh. Proses ini memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kebutuhan riil di lapangan tanpa penundaan. Penyaluran diharapkan segera terlaksana untuk daerah yang sangat membutuhkan pasokan pangan.
Detail Penyaluran Beras Bencana Tahap Terkini
Surya Rayendra menjelaskan bahwa 10 ribu ton beras bencana ini akan disalurkan melalui Bulog di setiap kabupaten dan kota terdampak. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk membantu Aceh dalam menghadapi situasi darurat. "Ada sebanyak 10 ribu ton beras bencana yang diterima dari pemerintah pusat," kata Surya Rayendra.
Penyaluran beras bencana tersebut segera dilakukan untuk beberapa kabupaten dan kota yang membutuhkan pasokan pangan. Hal ini penting untuk segera mengatasi potensi krisis pangan yang mungkin timbul akibat dampak bencana. Pemerintah Provinsi Aceh berupaya keras memastikan bantuan sampai tepat waktu.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Aceh juga sudah menyalurkan sebanyak 4.390,2 ton dari total 6.298,4 ton beras bencana yang telah diterima. Distribusi ini telah menjangkau berbagai wilayah yang membutuhkan. Upaya ini menunjukkan adanya keberlanjutan dalam penanganan bencana di Aceh.
Mekanisme Distribusi dan Wilayah yang Belum Menerima
Dari total 6.298,4 ton beras bencana yang diterima sebelumnya, masih ada 1.899,1 ton yang belum disalurkan. Penyaluran sisa beras ini menunggu permintaan resmi dari kepala daerah terkait kepada Gubernur Aceh. Proses ini bertujuan untuk menjaga akuntabilitas dan efisiensi distribusi.
Sebanyak 10 dari 18 kabupaten dan kota terdampak bencana di Aceh telah menyelesaikan proses penyaluran bantuan. Sementara itu, delapan kabupaten dan kota lainnya masih belum menyalurkan beras bencana. Mereka masih menunggu permintaan dari masing-masing kepala daerah.
Adapun delapan kabupaten dan kota yang belum meminta penyaluran beras bencana tersebut adalah:
- Kabupaten Aceh Tamiang
- Kabupaten Aceh Utara
- Kota Lhokseumawe
- Kabupaten Aceh Timur
- Kabupaten Aceh Tengah
- Kabupaten Bireuen
- Kabupaten Gayo Lues
- Kabupaten Bener Meriah
Pemerintah Provinsi Aceh terus mendorong kepala daerah di wilayah tersebut untuk segera mengajukan permintaan.
Ketersediaan Stok Beras dan Tantangan Logistik di Aceh
Mengenai persediaan beras secara umum, Surya Rayendra memastikan bahwa stok di Provinsi Aceh saat ini mencapai 80 ribu ton. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Juni 2026. Ketersediaan stok yang memadai ini memberikan rasa aman bagi masyarakat Aceh.
Meskipun stok secara umum mencukupi, beberapa kabupaten dan kota dilaporkan mengalami penipisan stok. Oleh karena itu, pengiriman tambahan diperlukan untuk daerah-daerah tersebut guna menjaga stabilitas pasokan. Ini merupakan bagian dari strategi manajemen pangan daerah.
Tantangan utama dalam distribusi saat ini adalah akses darat yang masih terputus di beberapa wilayah akibat bencana. "Yang menjadi kendala sekarang ini adalah akses darat yang masih terputus," ujar Surya Rayendra. Sebagai solusi, Dinas Pangan Provinsi Aceh telah mengirimkan lima ton beras ke Aceh Tengah melalui jalur udara untuk mengatasi kendala logistik tersebut.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)















