APBD Jakarta 2025 Surplus Rp 3,89 Triliun, SiLPA Capai Rp 5,78 Triliun
Surplus ini tercermin dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang dinilai berjalan dengan baik hingga akhir tahun.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun pada tahun anggaran 2025.
Surplus ini tercermin dari realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang dinilai berjalan dengan baik hingga akhir tahun.
Sebagaimana diketahui, total APBD DKI Jakarta tahun 2025 sebesar Rp 91,86 triliun, dengan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp 79,94 triliun per 31 Desember 2025.
“APBD tahun 2025 sebesar Rp 91,86 triliun. Dengan realisasi hingga 31 Desember berjalan dengan baik,” kata Pramono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 21 Januari 2025.
Dia menjelaskan, pendapatan daerah tersebut tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi daerah, tetapi juga dari pemanfaatan aset daerah yang mencapai Rp 448 miliar.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat sebesar Rp 76,05 triliun dengan pembiayaan daerah sebesar Rp 1,89 triliun. Dari realisasi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) per Desember 2025 sebesar Rp 5,78 triliun.
“Dengan SiLPA pada Desember 2025 Rp 5,78 triliun, dengan surplus anggaran sebesar Rp 3,89 triliun,” ungkap Pramono.
Fiskal Jakarta Solid
Ia menyebut, capaian itu menunjukkan struktur fiskal Jakarta yang berada dalam kondisi solid dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program pembangunan yang telah disusun pemerintah daerah.
“Serangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Jakarta berada dalam kondisi yang solid dan menjadi penopang utama bagi keberlanjutan program-program yang sudah disusun,” katanya.
Selain itu, Pramono juga menyinggung kinerja pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah sepanjang 2025. Dia bilang, Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta telah melaksanakan 261.124 paket pengadaan dengan nilai total mencapai Rp 45 triliun, dan seluruh proses tender tercatat berjalan 100 persen.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

















