Daerah - Daerah yang Masuk Risiko Tinggi Bencana Hidrometeorologi
Data BNPB mencatat, sedikitnya 1.140 orang meninggal dunia, ratusan lainnya hilang, serta puluhan kabupaten/kota terdampak akibat rangkaian bencana tersebut.

Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, dan longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sepanjang 2025 telah menimbulkan dampak besar. Data BNPB mencatat, sedikitnya 1.140 orang meninggal dunia, ratusan lainnya hilang, serta puluhan kabupaten/kota terdampak akibat rangkaian bencana tersebut.
Menko PMK, Prof, Pratikno mengatakan per 29 Desember 2025, total 52 kabupaten/kota terdampak bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut. Selain 1.140 korban meninggal, tercatat 163 orang hilang dan 399.200 jiwa terpaksa mengungsi. Dampak kerusakan juga meluas, dengan 166.743 rumah rusak, terdiri dari 53.514 rusak berat, 71.330 rusak ringan, dan 41.899 rusak sedang, serta ratusan fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, jembatan, dan ruas jalan ikut terdampak.
Miliki Risiko Tinggi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 70 kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki risiko tinggi bencana hidrometeorologi sepanjang periode 2015–2024 data ini di updet dari acara Rapat Koordinasi Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Basah melalui daring. Dari jumlah tersebut, 12 daerah tercatat memiliki Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024 kategori tinggi, dengan kapasitas fiskal daerah yang bervariasi.
Berikut rincian data dari 2015-2024, 7 kabupaten/kota yang masuk dalam daftar tersebut.

1. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten
Kabupaten Lebak mencatat nilai IRBI 185,64 pada 2024. Daerah ini masuk kategori risiko tinggi, dengan kapasitas fiskal daerah rendah, sehingga dinilai membutuhkan dukungan kuat dalam upaya mitigasi bencana.
2. Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten
Kabupaten Pandeglang memiliki nilai IRBI 192,52. Meski berada dalam kategori risiko tinggi, daerah ini tercatat memiliki kapasitas fiskal sangat rendah, yang menjadi tantangan besar dalam penanganan bencana hidrometeorologi.
3. Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta
Kabupaten Kulon Progo mencatat nilai IRBI 152,65 dengan kategori risiko tinggi. Kapasitas fiskal daerah ini berada pada kategori rendah.
4. Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Cianjur memiliki nilai IRBI 165,17. Berbeda dengan daerah lain, Cianjur tercatat memiliki kapasitas fiskal tinggi, meski tetap masuk dalam kategori risiko bencana tinggi.
5. Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat
Kabupaten Tasikmalaya mencatat nilai IRBI 145,50. Daerah ini berada dalam kategori risiko tinggi dengan kapasitas fiskal rendah.
6. Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Probolinggo memiliki nilai IRBI 145,01. Risiko bencana tergolong tinggi, sementara kapasitas fiskal daerah rendah.
7. Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan
Kabupaten Tanah Laut mencatat nilai IRBI 145,09. Daerah ini masuk kategori risiko tinggi dan memiliki kapasitas fiskal sangat tinggi, menjadikannya salah satu daerah dengan kemampuan pendanaan terbaik dalam daftar ini.
Reporter Magang - Mochamad Aidil Akbar





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)























