Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis Terasa di Lumajang, Dorong Ekonomi Lokal
Masyarakat Lumajang merasakan manfaat besar dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.

Masyarakat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kini menikmati berbagai dampak positif dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif pemerintah ini dirancang untuk memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan seperti siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Tidak hanya penerima manfaat langsung, warga sekitar juga merasakan efek berganda dari program ini. Banyak di antara mereka kini mendapatkan pekerjaan baru sebagai tenaga penyiapan bahan baku makanan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau sebagai relawan dapur. Kehadiran program ini telah membuka peluang ekonomi di tingkat akar rumput.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengungkapkan kebahagiaannya atas keberhasilan program ini dalam menciptakan lapangan kerja. Ia menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak penggali yang signifikan, menyentuh berbagai elemen masyarakat dari hulu hingga hilir. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut lebih dari sekadar pemberian makan, melainkan juga pendorong ekonomi.
Manfaat Langsung dan Penciptaan Lapangan Kerja Lokal
Penerapan Program Makan Bergizi Gratis di Lumajang telah memberikan angin segar bagi banyak keluarga. Para siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita kini mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Program ini secara langsung mengatasi masalah kekurangan gizi di kalangan masyarakat rentan.
Selain itu, program ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Bupati Indah Amperawati menyoroti bagaimana warga mendapatkan penghasilan dari pekerjaan sederhana seperti mengupas bawang untuk kebutuhan dapur SPPG. "Wah, enak saiki bunda, aku saiki wis entuk kerjoan (enak sekali bunda, aku sekarang sudah dapat pekerjaan). Ngupas bawang saja Rp100 ribu, betapa bahagianya, saya kasihan, tapi juga senang. Karena itu, jangan khianati program ini," ujarnya.
Indah Amperawati menambahkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis ini memiliki nilai mulia karena efek penggandanya. Manfaat dirasakan mulai dari penerima gizi, pekerja dapur, hingga penyedia bahan baku seperti pedagang tahu dan tempe. Saat ini, Kabupaten Lumajang memiliki kuota pembangunan 93 SPPG, dengan 40 SPPG telah terisi dan 33 di antaranya sudah beroperasi penuh.
Sebanyak 39 SPPG telah memiliki sertifikat uji air, 40 SPPG telah menjalani pelatihan penjamin makanan, dan 12 SPPG bahkan sudah memiliki koki berpengalaman. Ini menunjukkan keseriusan dalam implementasi dan standar kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Efek Pengganda Ekonomi dan Pertumbuhan Nasional
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyambut baik pengakuan Bupati Lumajang mengenai dampak positif Program Makan Bergizi Gratis. Ia merasa bersyukur melihat keberhasilan ini di tengah banyaknya suara yang meminta program MBG dihentikan. Program ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.
Nanik menekankan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto merancang Program MBG dengan visi yang lebih luas. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberi makan anak sekolah, tetapi juga untuk menumbuhkan lapangan kerja baru. Selain itu, MBG juga berupaya meningkatkan pendapatan daerah dan memacu pertumbuhan ekonomi dari tingkat paling bawah di masyarakat.
Jika Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi nasional dapat mencapai 7 hingga 8 persen. Nanik mengutip Yayasan Rockefeller yang menyebutkan bahwa efek pengganda dari pertumbuhan ekonomi di tingkat bawah, seperti yang dihasilkan MBG, bisa mencapai 75 persen. Ini merupakan potensi ekonomi yang luar biasa.
"Ibu sudahlah merem saja. Nggak usah ngomong 75 kali, 10 kali saya nanti putarannya Rp10 triliun di Lumajang ini bu, luar biasa," tutur Nanik S. Deyang, menggambarkan potensi perputaran uang yang signifikan di daerah.
Menepis Kritik dan Visi Jangka Panjang Program MBG
Nanik Sudaryati Deyang juga menanggapi kritik yang menyerang Program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut bahwa banyak pihak menuding program ini sebagai "proyek orang partai" atau "proyek pejabat" yang berkolusi dengan Presiden. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden tidak mengetahui siapa saja mitra yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Menurut Nanik, para pengkritik hanya melihat Program Makan Bergizi Gratis sebagai "pembagian kue" tanpa mempertimbangkan efek pengganda yang diciptakan. Mereka belum melihat dampak pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi di Indonesia dalam enam bulan ke depan akibat program ini. Visi program ini jauh melampaui sekadar bantuan langsung.
Program MBG dirancang sebagai instrumen strategis untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dengan fokus pada peningkatan gizi dan penciptaan lapangan kerja, diharapkan dapat tercipta fondasi ekonomi yang kuat dari bawah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan bangsa.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)









