Wakil Menteri Lingkungan Hidup Soroti Pengelolaan Sampah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan mitigasi polusi dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan nutrisi terbaik bagi anak bangsa.

Wakil Menteri Lingkungan HidupDiaz Hendropriyono menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diiringi dengan mitigasi polusi, pengelolaan sampah makanan, dan langkah-langkah perlindungan lingkungan. Penegasan ini disampaikan untuk memastikan program tersebut dapat memberikan nutrisi terbaik bagi anak-anak Indonesia tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
Pernyataan tersebut menyusul kunjungan monitoring yang dilakukan Diaz Hendropriyono ke dua unit layanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di Surakarta, Jawa Tengah, pada Kamis. Kunjungan ini meliputi SPPG Banyuanyar dan SPPG Busukan, di mana ia meninjau langsung sistem pengelolaan limbah yang diterapkan.
Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen penuh untuk memastikan setiap aspek Program Makan Bergizi Gratis selaras dengan prinsip keberlanjutan. Upaya ini bertujuan agar program yang menargetkan jutaan penerima manfaat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menjaga kelestarian alam Indonesia.
Pentingnya Pengelolaan Lingkungan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis, yang diluncurkan oleh pemerintah Indonesia pada 6 Januari 2025, merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak di bawah usia lima tahun, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak sekolah hingga jenjang SMA.
Dengan target 82,9 juta penerima manfaat, Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu inisiatif pemerintah terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia. Oleh karena itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menekankan bahwa program sebesar ini harus disertai dengan pengelolaan lingkungan yang cermat.
Mitigasi polusi dan pengelolaan sampah makanan menjadi krusial untuk mencegah dampak lingkungan yang tidak diinginkan dari skala operasional program yang masif. Kementerian Lingkungan Hidup berupaya keras untuk memastikan bahwa penyediaan makanan bergizi tidak mengorbankan kelestarian lingkungan hidup.
Tinjauan Lapangan dan Solusi Lingkungan di Surakarta
Dalam kunjungannya ke Surakarta, Diaz Hendropriyono menyerahkan tiga unit komposter kepada masing-masing SPPG Banyuanyar dan Busukan. Penyerahan ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan sampah organik hulu yang lebih efektif di kedua fasilitas tersebut.
Di SPPG Banyuanyar, yang melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat, Wakil Menteri Lingkungan Hidup mengapresiasi sistem pengelolaan limbah cair dan organik yang komprehensif. Fasilitas ini bahkan telah memiliki sistem daur ulang minyak jelantah. Menanggapi isu lingkungan yang sempat diangkat warga, manajemen SPPG Banyuanyar telah membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dilengkapi dengan grease traps, kolam infiltrasi, tangki pengolahan aerobik dan anaerobik, serta filter mekanis.
Sementara itu, di SPPG Busukan yang melayani sekitar 3.100 penerima manfaat, Hendropriyono meninjau fasilitas yang dilengkapi dengan grease traps dan sistem pengolahan sampah organik. Namun, untuk pengelolaan limbah cair, SPPG Busukan masih bergantung pada fasilitas pemerintah kota. Pemberian komposter diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah di hulu.
Komitmen Kementerian Lingkungan Hidup untuk Zero-Waste
Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap SPPG mengikuti standar pengelolaan lingkungan yang seragam. Hal ini dilakukan untuk mencapai konsep zero-waste dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Penerapan standar ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan limbah organik hingga limbah cair, dengan tujuan meminimalkan jejak ekologis program. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada tanggung jawab lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui upaya kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan pengelola SPPG, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi contoh sukses dalam menyatukan tujuan pembangunan manusia dengan perlindungan lingkungan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2818452/original/068180400_1559103065-Screenshot_2019-05-13-17-09-10-899_com.miui.videoplayer.jpg)





















