Dari Tangsel, Seskab dan Mensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Optimal untuk Akses Pendidikan Merata
Kunjungan Seskab dan Mensos ke Sekolah Rakyat di Tangsel ungkap mandat Presiden Prabowo: memastikan semua anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah. Apa saja fasilitas yang disiapkan?

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf baru-baru ini melakukan kunjungan kerja penting. Mereka meninjau program Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 di Kota Tangerang Selatan, Banten. Kunjungan ini bertujuan memastikan program pendidikan tersebut berjalan optimal sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Peninjauan yang berlangsung di Gedung BLK, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara ini, merupakan tindak lanjut dari laporan Mensos kepada Presiden. Presiden Prabowo Subianto memiliki visi agar semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah. Hal ini diwujudkan melalui sekolah yang disiapkan pemerintah, yakni Sekolah Rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo ingin program Sekolah Rakyat ini berdampak langsung kepada masyarakat. Selain itu, pemerintah juga berupaya memastikan program prioritas lain seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat dinikmati oleh para siswa Sekolah Rakyat.
Komitmen Pemerintah untuk Sekolah Rakyat
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan ini adalah perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah untuk memastikan program Sekolah Rakyat berjalan dengan optimal dan memberikan dampak nyata. "Bapak Presiden ingin semua anak-anak Indonesia berhak dan dapat bersekolah melalui sekolah yang disiapkan pemerintah, dalam hal ini Sekolah Rakyat," kata Teddy Indra Wijaya.
Program ini tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga fasilitas pendukung yang komprehensif. Siswa Sekolah Rakyat akan diasramakan, diberi tempat tinggal yang nyaman, serta mendapatkan tiga kali makan bergizi. Selain itu, mereka juga akan menerima snack, vitamin, dan jaminan kesehatan.
Orang tua siswa juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi anak-anak mereka pada waktu yang telah ditentukan. Komitmen ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga kesejahteraan menyeluruh bagi para peserta didik Sekolah Rakyat.
Dukungan Program Prioritas dan Stimulus Ekonomi
Selain memastikan optimalisasi Sekolah Rakyat, pemerintah juga berupaya mengintegrasikan program prioritas lainnya. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu fokus utama yang akan menjangkau siswa-siswi Sekolah Rakyat. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak.
Dalam kesempatan yang sama, Teddy Indra Wijaya juga mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk meluncurkan program stimulus ekonomi. Bantuan stimulus ini akan dimulai pada Oktober hingga Desember 2025. Bantuan langsung tunai akan diberikan kepada masyarakat di Desil 1 sampai 4.
Program stimulus ini diperkirakan akan menjangkau sekitar 35-40 ribu keluarga penerima manfaat, atau mencakup sekitar 140 juta jiwa. "Jadi intinya sesuai keinginan Bapak Presiden, jadi dalam 3 bulan ini, Oktober, November, Desember akan ada tambahan bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang berada di Desil 1-4, itu jumlahnya 35,40 ribu keluarga penerimaan manfaat, yang artinya itu mencakup di 140 juta jiwa," jelas Teddy.
Perkembangan dan Dinamika Sekolah Rakyat Rintisan
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut setelah ia melaporkan progres pelaksanaan program Sekolah Rakyat kepada Presiden. Ia mengundang Seskab Teddy untuk melihat langsung perkembangan operasional penyelenggaraan Sekolah Rakyat Rintisan, termasuk di Tangerang Selatan.
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) ini dilengkapi dengan struktur lengkap, mulai dari kepala sekolah, guru, wali kelas, hingga wali asrama dan tenaga kependidikan lainnya. Mereka memulai pembelajaran dengan fokus pada adaptasi dan saling mengenal antar siswa.
Saifullah Yusuf mengakui bahwa selama program Sekolah Rakyat berjalan, banyak dinamika yang signifikan terjadi. Hal ini termasuk penyesuaian karakter siswa dan lingkungan sekolah, bahkan ada pengunduran diri dari beberapa siswa dan tenaga pendidik. Namun, tantangan tersebut telah berhasil ditangani dengan baik, memastikan operasional sekolah berjalan optimal.
"Ada tata tertibnya, kemudian ada jadwal-jadwal yang cukup padat sehingga ada yang memerlukan adaptasi," ujarnya. Setelah masa adaptasi, siswa diharapkan bisa terbiasa dan berjalan baik. Lulusan Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memilih untuk melanjutkan kuliah atau langsung bekerja pada tahun 2028.
- Sejak digulirkannya program Sekolah Rakyat dari Juli hingga September 2025, terdapat total 165 titik sekolah yang sudah aktif dan berjalan optimal.
- Rincian titik aktif:
- Juli: 63 titik
- Agustus: 37 titik
- September: 65 titik
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)























