Dari Total 1.800, Baru 456 SPPG di Jateng yang Memiliki SLHS
SPPG di Jateng diimbau untuk segera mengurus SLHS sebelum melayani makan bergizi gratis (MBG).

Dinas Kesehatan Jawa Tengah mencatat 546 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
"Total dari 1.800 SPPG, ada 456 yang sudah mempunyai SLHS. Jadi sudah 30 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar, Selasa (11/11).
Ia pun terus mendorong SPPG di Jateng untuk segera mengurus SLHS sebelum melayani makan bergizi gratis (MBG). Adapun beberapa syarat bagi pengelola SPPG yang ingin mengajukan SLHS, mulai dari kepemilikan sertifikat pelatihan higiene sanitasi bagi penjamah makanan, hasil lab sampel makanan, hingga hasil inspeksi lapangan oleh petugas dari dinas kesehatan di daerah terkait.
"Jadi tidak serta merta (SPPG) mengajukan kemudian diobral. Kita semua harus mengamankan kebijakan dengan prosedur yang benar," ungkapnya.
Penjelasan soal Dugaan Keracunan MBG
Terkait serangkaian kasus dugaan keracunan MBG yang terjadi di Jateng sepanjang 2025 disebabkan sejumlah faktor.
"Tapi prinsipnya, ketika terjadi dugaan keracunan pasti penyebabnya antara lain bahan makanannya, cara mengolahnya, kemudian waktu penyajiannya," jelasnya.
Berdasarkan sampel makanan dari serangkaian kasus dugaan keracunan MBG di Jateng selama 2025 telah diuji dan tidak didapati kejanggalan selain teknis pengolahan dan penyajian makanan.
"Bahwa waktu memasak, cara memasak, kemudian antara memasak dan menyajikan, itu saja. Tidak ada yang lain-lain," ujarnya.
Dari serangkaian kasus keracunan di Jateng, seluruh pihak yang terlibat dalam MBG melakukan evaluasi dan memperketat pengawasan.
"Kemudian pemenuhan terhadap SLHS juga dilakukan," pungkasnya.
Gubernur Jateng Instruksikan Kepala Daerah Awasi Pelaksanaan MBG
Sebelumnya Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengungkap jumlah siswa di Jateng yang diduga menjadi korban keracunan MBG.
"Dari 35 kabupaten, sudah 15 kabupaten yang kemarin tidak baik-baik saja. Hampir 2.700 anak-anak kita yang menjadi sasaran terkontaminasi," kata Luthfi saat memberikan keterangan kepada awak media di GOR Jatidiri, 4 Oktober 2025 lalu.
Menurut Luthfi, hal itu menjadi bahan evaluasi besar-besaran pelaksanaan MBG di Jateng. Dia turut menginstruksikan seluruh kepala daerah di Jateng untuk aktif mengawasi pelaksanaan MBG di wilayahnya masing-masing, termasuk terkait standar kehigienisan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484242/original/055980300_1769417697-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5466895/original/096534600_1767857559-BGN_Jakut.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5275596/original/009421200_1751883638-52966144-4d5e-45d8-b5a0-8ba1c3fa112a.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477135/original/034018900_1768809759-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484425/original/097061200_1769425010-IMG_0897.jpeg)























