DPR Pesimis Program 3 Juta Rumah Maruarar: Omon-Omon, Regulasi Anggaran Enggak Jelas
Anggota Komisi V DPR Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo pesimis dengan program 3 juta rumah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara).

Anggota Komisi V DPR Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo pesimis dengan program 3 juta rumah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara). Menurutnya, Ara tak bisa menjelaskan rinci mengenai perencanaan dan pos anggaran saat rapat bersama Komisi V DPR RI.
"Ya sebenarnya apa yang disampaikan Pak Menteri, ya pembantu presiden ini, kita jadi terlihat pesimistis gitu loh, karena langkah-langkah yang disampaikan kemarin ternyata kan tidak bisa dijelaskan secara detail, padahal kalau kita bicara target 3 juta rumah itu kan per tahun dan ini sudah masuk bulan kelima kan," kata Yanuar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/5).
Yanuar menuturkan, DPR perlu peta jalan jelas mengenai program itu dari Menteri PKP. Terlebih, Kementerian PKP masih mengupayakan penyediaan 2.247.088 unit rumah dari target 3 juta. Rencana anggarannya pun belum ada.
"Yang disampaikan Pak ARA itu tidak menggambarkan itu sama sekali, jadi ketika bicara 3 juta itu kan yang dipaparkan ada 2.247.000 sekian tuh, itu kan tidak ada dalam perencanaan Masih upaya gitu loh, anggarannya belum ada, kemudian apalagi pelaksanaannya gitu," ujarnya.
"Konteks realistis tidak realistis ini kan bagaimana menteri yang seharusnya bisa membuka jalan supaya ekosistem 3 juta rumah itu ada gitu loh," tegasnya.
Program Omon-Omon
Yanuar lalu mengkritisi rencana Ara yang bakal merenovasi rumah desa sebanyak 123 ribu. Sebab, dia tak menjelaskan dari mana anggaran dana renovasi itu digunakan.
"Mewujudkan 123.000 itu kan tidak mudah juga, apalagi ini dananya ternyata belum ada, walaupun disitu dibilang sudah ada gitu kan terus penempatannya dimana, berapa di pesisir, berapa di desa, berapa di kota, kan tidak ada juga," ucapnya.
Yanuar mengapresiasi adanya program 3 juta rumah ini maupun soal rencana dua penjara yang bisa diubah menjadi hunian rakyat yakni Lapas Cipinang dan Salemba. Namun, ia mengingatkan Ara berbicara terukur dengan paparan regulasi dan anggaran.
"Sekarang begini loh, jadi kelemahan Pak Ara ini ya, ini memitigasi semua projek, semua program, makanya pelajaran itu kan penting ketika kita bicara, terutama menuntaskan regulasinya," ucapnya.
"Saya bilang ini kenapa jadi omon-omon, karena regulasinya enggak jelas, kemudian pos anggarannya juga enggak jelas, kemudian siapa yang bertanggungjawab, kemudian capaiannya itu," ujarnya.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)























