Ibu Tiri Sempat Botram dengan Tetangga Sebelum Balita Raditya Tewas, Diingatkan Istigfar Malah Nantang
Momen makan bersama itu menjadi potongan ironi yang tertinggal di benak warga Gang Gagak IV A, Desa Cipadung, Cibiru, Bandung.

Sari Mulyani (26), yang diduga menganiaya anak tirinya Raditya Allibyan Fauzan (4) hingga meninggal, sempat makan bersama alias botram dengan tetangga beberapa jam sebelum sang balita dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ujungberung, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (21/11).
Momen makan bersama itu menjadi potongan ironi yang tertinggal di benak warga Gang Gagak IV A, Desa Cipadung, Cibiru, Bandung. Kusumawardhani (60), salah satu warga yang kerap berinteraksi dengan keluarga kecil Sari, yang menceritakan hal tersebut.
Pagi itu, Kusuma menghampiri kamar kontrakan Sari. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia melihat balita yang biasa dipanggil Pian itu tengah mandi sementara Sari sibuk memasak untuk botram yang telah direncanakan warga sebelumnya. Ia pun menyapa Sari.
“Saya bilang untuk sambal apa yang kurang. Oh cengek sama cikur. Saya ke warung karena kita mau makan bareng. Itu doang," katanya saat dijumpai di Jalan Desa Cipadung, pada Selasa (25/11).
Balita Raditya Dibawa ke RS Beberapa Jam Usai Botram

Seingat Kusuma, acara botram dilakukan usai salat Jumat. Namun, tak lebih dari beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, balita itu dibawa ke rumah sakit dalam kondisi pingsan.
Penyebabnya ia tak tahu pasti. Hanya, sempat menguping mendengar percakapan Sari dan ayah Pian, bahwa balita yang akrab disapa Bian itu terjatuh di kamar mandi.
"Nah si suaminya itu nganterin si anak itu, ke rumah sakitnya sama si ibu tirinya ini. Ngomong kalau anaknya pingsan. Dibawa dulu ke Pak Asep situ. Pak Asep mantri. Terus dibawa dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Malam itu lingkungan di daerah Gang Gagak sepi. Hingga pada Sabtu (22/11) dini hari, sekira pukul 04.00 WIB, Bian yang dirawat di rumah sakit mengembuskan napas terakhirnya.
Tetangga kemudian berkumpul di bangung kontrakan Sari. Pagi harinya, perempuan itu kembali dari Rumah Sakit ke kontrakan.
Diingatkan Istighfar Malah Nantang
Desas-desus bahwa Bian meninggal mulai tersiar tak lama kemudian di lingkungan tetangga. Ia pun mengaku sempat kaget mendengar tanggapan Sari terkait kabar itu.
"Memang meninggal itu takdir ya. Tapi kenapa harus begitu, dan saya sama mama sambungnya itu, ibarat kan makan suka bareng, kok bisa setega itu. Saya enggak habis pikir di situ. Kemarin saya kan bilang teh istighfar, dia jawabnya apa istighfar-istighfar," tutur dia.
Kini Sari Mulyani telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polrestabes Bandung, atas dugaan penganiayaan terhadap anak sambungnya. Kepadanya, telah dilakukan penahanan guna pendalaman tahap penyidikan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)











